Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Makin Kebal Obat: Krisis Resistensi Antibiotik Anak Capai Titik Mengkhawatirkan

📅 Rabu, 29 Jul 2026, 19:08 WIB | Oleh:
Makin Kebal Obat: Krisis Resistensi Antibiotik Anak Capai Titik Mengkhawatirkan Doc: AFP

SYDNEY - Resistensi anak-anak terhadap antibiotik meningkat di tingkat global dan dapat memburuk dalam sepuluh tahun mendatang sehingga mengancam efektivitas antibiotik penyelamat, demikian penelitian yang dipimpin institusi asal Australia.

Studi yang dipimpin oleh Universitas Sydney (University of Sydney/USYD) di Australia itu menemukan bahwa resistensi antibiotik meningkat di setiap wilayah antara 2004 dan 2022, dengan bayi dan anak-anak yang berada di unit perawatan intensif serta mereka yang tinggal di negara-negara dengan sumber daya lebih rendah menjadi kelompok yang paling terdampak, menurut sebuah pernyataan USYD yang dirilis pada Selasa (28/7).

Para peneliti dari Australia, Tiongkok, dan Amerika Serikat (AS) menganalisis lebih dari 106.000 sampel infeksi dari anak-anak berusia hingga 18 tahun di 82 negara dan kawasan.

Resistensi antimikroba (AMR) terjadi ketika bakteri berevolusi untuk melawan pengobatan antibiotik, membuat infeksi menjadi lebih sulit diobati.

Anak-anak sangat rentan karena mereka mengalami tingkat infeksi bakteri yang tinggi namun memiliki pilihan pengobatan antibiotik yang lebih sedikit dibandingkan orang dewasa, kata para peneliti.

Mereka menyebutkan bahwa sekitar 840.000 kematian pada anak berusia di bawah lima tahun di seluruh dunia pada 2021 terkait dengan AMR.

Temuan-temuan yang dipublikasikan dalam JAMA (Journal of the American Medical Association) Pediatrics menunjukkan bahwa resistensi meningkat paling tajam pada antibiotik yang diklasifikasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai "pilihan terakhir" atau "harus dipantau secara ketat" guna mencegah penggunaan berlebihan dan mempertahankan efektivitasnya ketika pengobatan lini pertama gagal.

Dua jenis bakteri Gram-negatif, Acinetobacter baumannii dan Klebsiella, diidentifikasi sebagai pendorong resistensi secara global, dengan Klebsiella mencatatkan laju pertumbuhan tercepat, terutama di Asia Tenggara, Eropa Timur, dan Pasifik Barat, seperti ditunjukkan studi tersebut.

Tim itu juga meluncurkan AMR in Kids, sebuah platform daring yang melacak resistensi antibiotik berdasarkan negara, jenis bakteri, dan kelas antibiotik, lengkap dengan proyeksi hingga 2035, guna membantu meningkatkan praktik peresepan dan pemahaman masyarakat tentang AMR.

Tim menyerukan penggunaan antibiotik yang ramah bagi anak, panduan dosis yang lebih jelas, serta lebih banyak pendanaan penelitian terkait keamanan untuk mengurangi penggunaan antibiotik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Menara Kembar Petronas Dise...
Megapolitan
Kasus Kekerasan Seksual di ...

Harga Garam Anjlok saat Kemarau

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Harga Garam Anjlok saat Kem...
Advertisement
Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.