Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perang di Ukraina Menyebabkan Kematian Ribuan Penghuni Laut Hitam

📅 Senin, 16 Jan 2023, 20:11 WIB | Oleh:
Perang di Ukraina Menyebabkan Kematian Ribuan Penghuni Laut Hitam Doc: BBC/GETTY IMAGES

Setiap pagi, ketika matahari baru terbit, Ivan Rusev menyusuri garis pantai Laut Hitam, di barat daya Ukraina.

Saat musim gugur, dia menyaksikan jutaan burung yang bermigrasi berangkat ke selatan. Rombongan pelikan terakhir berangkat pada akhir September dan mereka tidak akan kembali lagi sampai Maret.

Sementara migrasi burung pelikan masih berlanjut dalam pola yang sudah menjadi kebiasaan, satwa-satwa liar lainnya yang berada di wilayah ini sangat terganggu.

Pada bulan-bulan setelah Russia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari, Rusev melihat fenomena baru dan meresahkan: lumba-lumba dan porpoise yang mati terdampar di pantai dalam jumlah yang luar biasa banyak.

Ini bukan kali pertama Rusev menemukan hewan-hewan mati di pantai ini.

Sebelumnya dia juga pernah menemukan bangkai lumba-lumba dan porpoise yang terdampar. Di tubuh mereka terdapat banyak luka yang menunjukkan bahwa mereka terjebak dalam alat tangkap.

Namun, dalam penemuan bangkai para mamalia laut kali ini, dia tidak menemukan bekas luka itu.

Rusev adalah kepala peneliti di Taman Nasional Tuzly, di barat daya Ukraina, tidak jauh dari perbatasan dengan Moldova.

Pada situasi normal, katanya, dia mungkin menemukan tiga atau empat lumba-lumba mati terdampar di garis pantai taman nasional, sepanjang 44 kilometer, setiap tahunnya.

Begitu perang dimulai, sebagian besar garis pantai ditutup oleh pihak militer.

Dalam kurun waktu antara 24 Februari 2022 hingga akhir Agustus, dia dan rekan-rekannya menemukan 35 mamalia laut, yang termasuk ke dalam ordo Cetacea (mamalia laut termasuk spesies paus, lumba-lumba, dan pesut), mati di sepanjang garis pantai sepanjang 5 kilometer, yang masih bisa diakses.

Timnya kemudian berbicara dengan rekan-rekan mereka di negara-negara yang memiliki garis pantai Laut Hitam lainnya, kecuali Russia dan Georgia.

Beberapa taman nasional di Ukraina, salah satunya di dekat Kota Mariupol yang hancur, sekarang berada di wilayah pendudukan Russia. Tim Rusev tidak dapat menjangkau rekan-rekan mereka di sana.

Ketika mereka menggabungkan semua angka kematian, 2.500 bangkai lumba-lumba dilaporkan telah terdampar di pantai pada Mei 2022.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

46 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

56 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.