Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perang di Ukraina Menyebabkan Kematian Ribuan Penghuni Laut Hitam

📅 Senin, 16 Jan 2023, 20:11 WIB | Oleh:

Dalam laporan rutin pada 2021, Accobams (Perjanjian tentang Konservasi Cetacea di Laut Hitam, Laut Mediterania, dan Area Atlantik yang Bersebelahan) menyimpulkan: "Sulit untuk memberikan gambaran yang jelas tentang situasi terkait penggunaan sonar angkatan laut di wilayah Accobams karena sifat operasi militer yang rahasia.

Kecuali, latihan yang melibatkan sonar dan pelatihan perang anti-kapal selam terus terjadi di hotspot habitat Cetacea di laut dalam, kadang-kadang dengan konsekuensi yang mematikan."

Bagi beberapa ahli, kebetulan antara terdamparnya lumba-lumba di Laut Hitam dengan invasi Russia ke Ukraina terlalu besar untuk diabaikan.

"Sangat penting untuk diketahui bahwa bangkai yang terdampar secara massal itu dimulai beberapa saat setelah serangan Russia [ke Ukraina]," kata Pavel Goldin, dari Institut Zoologi Schmalhausen, yang berbasis di Kyiv.

Dia menegaskan pola terdampar massal yang signifikan dimulai tak seberapa lama setelah serangan Russia.

"Kami menganggap serius hipotesis trauma akustik. Kami telah berusaha keras untuk mendeteksi dan meneliti trauma akustik."

Untuk membuktikan kecurigaan terhadap trauma akustik sebagai penyebab kematian lumba-lumba perlu dilakukan pemeriksaan.

Kerusakan pada telinga bagian dalam Cetacea hanya dapat dideteksi dalam sampel yang diperiksa dalam waktu 24 jam setelah kematian, jika tidak maka tidak mungkin untuk membedakan antara kerusakan pada rambut sensitif telinga bagian dalam dan pembusukan post-mortem.

Kebanyakan bangkai lumba-lumba terdampar di pantai jauh lebih lama dari rentang waktu itu, jadi mereka sudah mulai membusuk. Spesimen kemudian harus dikirim ke laboratorium di Italia atau Jerman untuk nekropsi.

"Biasanya sonar tidak secara langsung membunuh mereka, tetapi itu menyebabkan kerusakan pada telinga bagian dalam, yang berakibat membatasi kemampuan hewan untuk menentukan arah gerak, untuk memberi makan," kata Dimitar Popov, manajer proyek untuk konservasi cetacea di Green Balkans, sebuah organisasi nirlaba Bulgaria.

"Biasanya mereka bisa terdampar hidup-hidup atau mati kelaparan."

Namun, ada elemen lain yang menunjukkan peran sonar terhadap kasus terdamparnya bangkai-bangkai hewan, kata Goldin.

Selain lumba-lumba yang mati, setidaknya ada dua kasus terdamparnya makhluk hidup di pantai Ukraina tahun ini. Setelah sekitar satu hari, hewan-hewan itu pulih dan kembali ke laut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Olahraga
Sabalenka Mengejar Kebangki...
Olahraga
Chelsea Menguji Formasi Ter...
Megapolitan
Rancangan Umum Sementara Pr...

Ekspor Jakarta Tumbuh 4 Persen Lebih

56 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Ekspor Jakarta Tumbuh  4 Pe...

PSG Gandeng Google, Gemini Resmi Jadi Asisten AI Klub

1.5 jam yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
PSG Gandeng Google, Gemini ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.