Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB Sebut Gangguan Pengiriman Pupuk di Selat Hormuz Ancam Ketahanan Pangan

📅 Jumat, 02 Okt 2026, 16:58 WIB | Oleh:
PBB Sebut Gangguan Pengiriman Pupuk di Selat Hormuz Ancam Ketahanan Pangan Doc: X - Jorge Moreira da Silva
Ket. Wakil Sekretaris Jenderal PBB sekaligus Kepala Satuan Tugas PBB untuk Selat Hormuz, Jorge Moreira da Silva

BRUSSELS — Pejabat senior PBB memperingatkan gangguan pengiriman pupuk melalui Selat Hormuz dapat berdampak serius terhadap ketahanan pangan global. Peringatan tersebut disampaikan Jorge Moreira da Silva pada Kamis (1/10), dilansir dari kantor berita Anadolu.

Moreira da Silva merupakan Wakil Sekretaris Jenderal PBB sekaligus Kepala Satuan Tugas PBB untuk Selat Hormuz. Ia menyampaikan peringatan tersebut kepada Komite Urusan Luar Negeri Parlemen Eropa di Brussel.

Menurut Moreira da Silva, gangguan pelayaran melalui Selat Hormuz telah memengaruhi ketahanan energi dan pangan global. Ia menekankan pentingnya mempertimbangkan dampak jika tidak ada tindakan untuk mengatasi gangguan tersebut.

Moreira da Silva mengatakan dampak krisis tersebut dapat menjadi tragedi bagi negara-negara berkembang. Sejumlah negara yang paling bergantung pada pasokan pupuk dari kawasan Teluk merupakan negara dengan perekonomian yang rentan.

Menurut dia, krisis tersebut telah menyebabkan kenaikan tajam harga pupuk dan penggunaan pupuk juga mengalami penurunan akibat kondisi tersebut. Penurunan penggunaan pupuk dapat berdampak terhadap produktivitas pertanian yang pada akhirnya dapat memperburuk kerawanan pangan.

PBB telah mengembangkan mekanisme untuk memungkinkan pengiriman pupuk melewati Selat Hormuz. Mekanisme tersebut dirancang sambil perundingan mengenai kebebasan navigasi yang lebih luas terus berlangsung.

Moreira da Silva menegaskan mekanisme tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan kebebasan navigasi. Mekanisme itu juga bukan alternatif bagi penyelesaian politik yang menyeluruh.

Sebaliknya, proposal tersebut dirancang sebagai pengaturan sementara dan khusus untuk mencegah krisis kemanusiaan. Berdasarkan mekanisme tersebut, agen pelayaran akan mendaftarkan permintaan pengiriman pupuk.

Setelah mendapatkan persetujuan, PBB akan memfasilitasi koordinasi pencegahan konflik dengan pihak-pihak terkait dan negara-negara lainnya. Kapal pengangkut pupuk nantinya akan diberikan rute yang aman.

Moreira da Silva menyebut proposal tersebut sebagai mekanisme untuk membangun kepercayaan. Mekanisme tersebut memungkinkan sejumlah pengiriman pupuk secara terbatas selama perundingan berlangsung.

Proposal tersebut telah mendapatkan dukungan luas dari negara-negara anggota PBB. Namun, PBB masih belum memperoleh mandat yang diperlukan dari kedua pihak yang terlibat dalam konflik.

Moreira da Silva mengatakan PBB terus berkomunikasi setiap pekan dengan Iran, Amerika Serikat, dan negara-negara Teluk untuk mencapai kesepakatan. Ia mengatakan PBB membutuhkan waktu tujuh hari untuk menempatkan pemantau di lapangan dan memastikan transit pupuk. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
BMKG Prediksi Musim Hujan 2...
Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.