Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BNPB Berhasil Padamkan Karhutla Seluas 3.799 Hektare di Enam Provinsi

📅 Jumat, 02 Okt 2026, 16:53 WIB | Oleh:
BNPB Berhasil Padamkan Karhutla Seluas 3.799 Hektare di Enam Provinsi Doc: RRI/Zahrotin Aljannah
Ket. Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama tim gabungan memadamkan kebakaran hutan dan lahan seluas 3.799,73 hektare di enam provinsi. Pemadaman berlangsung selama periode 24 hingga 30 September 2026 di wilayah prioritas Sumatra dan Kalimantan.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan pemadaman terus dioptimalkan. "Di grafik ini kita berusaha untuk memperkecil jumlah lahan yang terbakar dengan memadamkannya," kata Berton secara virtual dalam konferensi pers Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla di Kemenko Polkam, Jakarta, Kamis, (1/10).

Sumatra Selatan mencatat luas pemadaman tertinggi dengan mencapai 1.554,46 hektare selama periode pemantauan. Selanjutnya, Kalimantan Tengah mencapai 846 hektare dan Jambi mencapai 477,50 hektare.

Di Kalimantan Barat, luas lahan yang berhasil dipadamkan mencapai 413,30 hektare. Sementara Kalimantan Selatan mencapai 349,44 hektare dan Riau sebanyak 96,03 hektare.

Berton mengatakan kondisi karhutla di lapangan sangat dinamis sehingga data dapat berubah setiap waktu. Perubahan tersebut mencakup luas lahan terbakar maupun area yang berhasil dipadamkan tim gabungan.

Sumatra Selatan menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian karena luas lahan terbakar meningkat. Peningkatan tersebut terjadi dalam dua hari terakhir periode pemantauan, meski pemadaman terus dioptimalkan.

Sementara itu, hujan alami di Riau membantu menekan luas kebakaran. Kondisi tersebut membuat area yang masih terbakar di wilayah tersebut relatif kecil.

Berdasarkan perbandingan data 29 dan 30 September 2026, Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah mengalami peningkatan. Peningkatan tersebut terjadi pada luas lahan yang belum berhasil dipadamkan.

Di Kalimantan Tengah, luas area yang belum padam bertambah lebih dari 14 hektare dibandingkan sehari sebelumnya. BNPB tetap memprioritaskan pemadaman pada titik api aktif, terutama di lahan gambut.

Penanganan juga menyasar kebakaran bawah permukaan yang berpotensi menyebar ke area lain. Pemadaman diprioritaskan pada wilayah dengan potensi penyebaran api tinggi dan akses terbatas.

"Secara umum, situasi karhutla di enam provinsi prioritas terus dilaksanakan penanganan. Dan setiap hari banyak area yang berhasil dipadamkan," kata Berton.

BNPB berharap hujan alami segera turun untuk membantu mengurangi jumlah titik api yang harus ditangani. Curah hujan juga diharapkan mendukung pengendalian karhutla di wilayah rawan.

"Kami tetap berdoa agar hujan segera turun secara alami. Sehingga di beberapa provinsi ini akan mengecil jumlah api yang akan kita padamkan," ujar Berton.

BNPB mengimbau pemangku kepentingan dan masyarakat di daerah rawan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Kewaspadaan diperlukan terutama saat kondisi cuaca kering meningkatkan risiko kebakaran pada lahan gambut. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
BMKG Prediksi Musim Hujan 2...
Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.