Ekonomi RI di Triwulan IV-2022 Hanya Akan Tumbuh 4,5 - 5 Persen
📅 Kamis, 29 Des 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: ISTIMEWA
» Indonesia dapat menghadapi gejolak global dengan sinergi dan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah.
» Komoditas yang diekspor bukan lagi berupa bahan baku, tetapi barang setengah jadi atau barang jadi.
JAKARTA - Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, memaparkan berbagai alasan ekonomi Indonesia sedikit melambat pada triwulan IV-2022. Dia pun memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional hanya akan berada di kisaran 4,5 sampai 5 persen year on year (yoy) pada triwulan IV-2022, atau melambat dibandingkan triwulan III- 2022 yang sebesar 5,72 persen yoy.
Berbagai faktor yang menyebabkan ekonomi Indonesia melambat pada triwulan IV-2022, di antaranya konsumsi rumah tangga di dalam negeri yang tereduksi akibat kenaikan inflasi pada periode ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pada triwulan IV-2022 ada peningkatan inflasi yang lebih karena kenaikan harga BBM, khususnya BBM bersubsidi. Kami melihat karena faktor inflasi, dari sisi daya beli sudah mulai ada sedikit perlambatan," kata Faisal, di Jakarta, Rabu (28/12).
Dia mengatakan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia terus mengalami penurunan, yang tercatat di level 50,3 pada November 2022, dari sebelumnya di level 51,8 pada Oktober 2022 dan di level 53,7 pada September 2022.
"Tingkat penjualan atau PMI manufaktur yang sudah tipis di atas 50. Walaupun masih ekspansi, tapi kondisinya jauh lebih rendah dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya," kata Faisal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemudian, lanjut dia, mulai terjadi penyempitan terhadap surplus neraca perdagangan, yang mana Indonesia mencatat surplus sebesar 14,92 miliar dollar AS atau setara 234,20 triliun rupiah pada triwulan III-2022
"Kuartal-kuartal sebelumnya banyak dikontribusikan oleh konsumsi rumah tangga yang tinggi dan net ekspor yang tinggi. Di kuartal IV ini, sumbangannya agak sedikit lebih lambat dibandingkan kuartal-kuartal sebelumnya," kata Faisal seperti dikutip Antara.
Meski mengalami pelambatan di akhir tahun, CORE Indonesia memprediksi ekonomi nasional mampu tumbuh 4,5 hingga 5,0 persen pada 2023. Kondisi ekonomi RI lebih baik dibanding ekonomi negara-negara barat seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa akan menjadi rentan akibat lonjakan inflasi dan pengetatan moneter.
"Memandang ekonomi dunia tahun 2023, meskipun diprediksi tumbuh lebih lambat, kami masih melihat peluang untuk tidak serta-merta jatuh ke jurang resesi," tambah Ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy.
Di bagian lain, Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Rizal Taufikurrahman, memproyeksikan ekonomi Indonesia akan mengalami moderasi dengan tumbuh di kisaran 5,3 persen year on year (yoy) pada triwulan IV-2022.
Sebelumnya, Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,72 persen yoy pada triwulan III-2022 yang ditopang oleh fundamental ekonomi dalam negeri yang kuat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!