Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gawat di Tengah Persiapan G20 di Bali, Ada Warga Denpasar yang Ditangkap karena Diduga Anggota Teroris

📅 Sabtu, 10 Sep 2022, 06:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gawat di Tengah Persiapan G20 di Bali, Ada Warga Denpasar yang Ditangkap karena Diduga Anggota Teroris Doc: ANTARA/Rolandus Nampu
Ket. Warga melintas di depan kos tempat tinggal terduga teroris FSI di Jalan Satelit, Denpasar, Bali, Jumat (9/9/2022).

Denpasar - Kepala Dusun Bumi Asri Dewa Ayu Sri Wirayanti membenarkan terduga teroris berinisial FSI yang ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 AntiterorPolri di Desa Sumber Mujur, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (6/9), tercatat sebagai warga yang bertempat tinggal di Jalan Satelit nomor 40, Kota Denpasar, Bali.

Dewa Sri Wiryanti saat ditemui di kediamannya Kota Denpasar, Bali, Jumat, memastikan FSI dan juga keluarganya merupakan satu dari 231 kepala keluarga yang sudah lama menetap di Dusun Bumi Asri, Desa Dauh Puri Kelod, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar.

"Kalau yang bersangkutan lahir dan besar di sini iya karena sudah tinggal di Jalan Satelit (nomor) 40. Tercatat sah sebagai warga di sini. Tapi, kalo ditanya soal kartu keluarga, saya juga tidak menyimpan karena sekarang sudahonline," katanya.

Terduga teroris FSI yang ditangkapoleh Tim Densus 88 Antiterordi Lumajang, Selasa (6/9), baru menempati rumah di Desa Sumbermujur sekitar empat bulan dan selama itu juga jarang berkomunikasi dengan warga sekitar.

FSI dikenal sebagai seorang relawan yang membantu warga terdampak erupsi Gunung Semeru yang berada di Desa Sumbermujur, Kecamatan Senduro, Lumajang.

Lebih lanjut, Sri mengaku dihubungi oleh pihak kepolisian pada Selasa (6/9) untuk melakukan penggeledahan tempat tinggal terduga teroris FSIdi Jalan Satelit yang merupakan wilayah tugas administratifnya sebagai dusun.

"Saya dihubungi oleh pihak kepolisian perihal akan adanya penggeledahan di rumah warga saya di Jalan Satelit nomor 40. Saya selaku kepala dusun ya mendampingi saja, tidak lebih dari itu," katanya.

Pada saat penggeledahanberlangsung selama sekitartiga jam, petugas mengamankan beberapa buku, anak panah dan busur dari dalam kamar terduga teroris FSI.

Sri Wiryantimengenal keluarga FSI hanya sebatas perkenalan dengan ibunyakarena banyak terlibat dalam kegiatan bersama di lingkungan tempat mereka tinggal. Sedangkan FSI tidak terlalu dikenalnya, apalagi adanya dugaan kegiatan yang mengarah pada tindakan terorisme.

"Itu kan privasi banget ya. Saya sih secara awam tidak melihat itu. Kalaupenampilan, kita nggak bolehsuudzon(berprasangka buruk), memberi stigma. Itu tidak boleh," katanya.

Setelah penangkapan FSI, Sri Wiryanti belum mendapatkan perintah dari atasan untuk mendata semua warga yang tinggal di daerahnya, tetapi ada imbauan untuk tetap tenang dan berhati-hati.

Ditemui terpisah, Kepala Mushala Al-Ikhlas di Gang Satelit, Denpasar Barat,Iswanto mengaku tidak terlalu mengenal sosok FSI karena yang bersangkutan tidak aktif dalam kegiatan pengajian bersama di lingkungan tempat tinggalnya.

"Kalau keseharian dia kerja di PT apa gitu, dia kerjaannya pasang-pasang pipa gitu. Apakah bernaung di bawah PT tertentu atau perorangan kurang tahu. Yang jelas kerjanya kayak gitu," kata Iswanto.

Iamengatakan FSImengikuti proyek di beberapa tempat yang terkena bencana, seperti di NTB dan Lumajang. Namun, mengenai aktivitas pribadinya, Siswanto mengaku tidak mengetahui secara pasti meski tinggal satu komplek.

"Kalau keahlian, kalau dikerjakan di sini kurang tahu. Masnya(FSI) jarang-jarang bergaul. Jarang-jarang ketemu gitu kan. Orangnya jarang bergaul dengan warga, mungkin karena kerja juga ya," katanya.

Iswanto yang sudah tujuh tahun bermukim di Jalan Satelit mengaku mengenal baik orang tua FSIkarena sering bertemu dan bersama-sama dalam kegiatan pengajian.

Ia mengaku mengetahui ada penggeledahan di tempat tinggal terduga teroris FSI dari media massa.

"Kalau pas penggeledahan itu saya tidak di sini karena memang saya kebetulan kerja di perusahaan sumur bor. Apalagi waktu masih jam kerja, jadi nggak tahu ada petugas yang datang," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Daerah
Batu Sengaja Ditaruh di Rel...

Kongo Mulai Vaksinasi Ebola untuk 50.000 Petugas Kesehatan

17 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Kongo Mulai Vaksinasi Ebola...

Mantan Presiden Chili Mundur dari Pencalonan Sekjen PBB

17 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Mantan Presiden Chili Mundu...
Luar Negeri
Tragedi Kapal Feri Terbalik...
Advertisement
Drama VAR dan Penalti, Atletico Madrid Pecundangi Real Madrid di Laga Derby Membara!

Drama VAR dan Penalti, Atletico Madrid Pecundangi Real Madrid di Laga Derby Membara!

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.