Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Usai B50, Prabowo Perintahkan E50! RI Siap Setop Impor Bensin 40 Juta Kiloliter

30 Sabtu, 19 Sep 2026, 18:30 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Usai B50, Prabowo Perintahkan E50! RI Siap Setop Impor Bensin 40 Juta Kiloliter Usai B50, Prabowo Perintahkan E50! RI Siap Setop Impor Bensin 40 Juta Kiloliter Doc: istimewa
Ket. Pemerintah tancap gas soal ketahanan energi. Setelah program biodiesel B50 (campuran biodiesel 50%) diklaim berhasil memangkas impor solar CN48, Presiden Prabowo Subianto kini memerintahkan pengembangan program baru: E50 (campuan ethanol 50%)

JAKARTA - Pemerintah tancap gas soal ketahanan energi. Setelah program biodiesel B50 (campuran biodiesel 50%) diklaim berhasil memangkas impor solar CN48, Presiden Prabowo Subianto kini memerintahkan pengembangan program baru: E50 (campuan ethanol 50%)

Arahan itu disampaikan langsung Prabowo saat memimpin Sidang Paripurna Dewan Energi Nasional (DEN) pertama tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (17/9).

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang hadir usai sidang mengatakan, Presiden meminta agar kesuksesan B50 diduplikasi untuk bensin.

"Kami mendapat arahan langsung dari Bapak Presiden untuk mempelajari kesuksesan B50 dan menerapkannya untuk E50. Dan Bapak Presiden tadi memerintahkan untuk segera menyusun langkah-langkah yang sama untuk kita membangun E50," kata Bahlil.

Langkah ini krusial. Pasalnya, konsumsi BBM nasional sangat besar. Data ESDM mencatat, konsumsi solar mencapai 39 juta kiloliter per tahun, sementara konsumsi bensin bahkan lebih tinggi, 39 hingga 40 juta kiloliter per tahun.

Tak hanya E50, Prabowo juga memerintahkan dua jurus lain untuk dongkrak produksi minyak dalam negeri.

Pertama, eksplorasi cekungan dan blok-blok migas baru. Kedua, menghidupkan kembali 45.000 sumur tua yang mangkrak dengan intervensi teknologi.

"Sumur-sumur tua yang kita miliki akan kita intervensi dengan teknologi, Presiden juga meminta untuk dikelola secara profesional dan tidak boleh ada pelanggaran atau dijual di tempat produksi dari sumur-sumur tua kita yang berjumlah 45.000 sumur tersebut," tegas Bahlil.

Untuk mengawal itu, pemerintah juga menyiapkan senjata baru: Badan Usaha Khusus (BUK) Migas. Lewat RUU Migas, lembaga ini akan berada langsung di bawah Presiden.

"Tinggal kita mencari formulasi regulasi yang memperkuat BUK, terutama dalam perizinan. Kita tidak ingin perizinan lintas sektor menjadi penghambat peningkatan lifting kita," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
PBB: 9 Juta Pengungsi Butuh...

Wah .... 200 SPBU Milik Shell Dilego

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Wah .... 200 SPBU Milik She...

Dalam Sesi Latihan Bebas Pertama MM Terdepan di Sepang

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Dalam Sesi Latihan Bebas Pe...

Balapan MotoGP Malaysia Minus Raul Fernandez

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Balapan MotoGP Malaysia Min...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Gua Harimau, Melihat Jejak Manusia Prasejarah di Sumatera Selatan

Gua Harimau, Melihat Jejak Manusia Prasejarah di Sumatera Selatan

30 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.