Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tanpa Aturan Kuat, Pertumbuhan Ekonomi Digital RCEP Terancam Tersendat

3 Senin, 21 Sep 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Tanpa Aturan Kuat, Pertumbuhan Ekonomi Digital RCEP Terancam Tersendat Tanpa Aturan Kuat, Pertumbuhan Ekonomi Digital RCEP Terancam Tersendat Doc: istimewa
Ket. ementerian Perdagangan (Kemendag)

JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menegaskan perdagangan digital di kawasan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) tidak bisa hanya mengandalkan teknologi, tapi harus ditopang aturan yang tegas dan jelas untuk kepastian usaha. Blok yang merepresentasikan 30 persen perdagangan global ini mencakup 10 negara Asean dan lima negara mitra, meliputi Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru.

Kepala Pusat Kebijakan Perdagangan Internasional Kemendag Rifan Adianto mengatakan RCEP menjadi kerangka penting untuk integrasi perdagangan digital, bersama inisiatif lain seperti ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA). Hal itu disampaikan dalam Gambir Trade Talk (GTT) ke-22 bertema Digital Trade in the RCEP Region: Rules, Connectivity and Economic Development yang digelar hibrida di Kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (17/9).

"Pengembangan perdagangan digital tidak cukup hanya didukung kemajuan teknologi, diperlukan juga kerangka kebijakan dan regulasi yang mampu memfasilitasi perdagangan lintas batas, memberikan kepastian bagi pelaku usaha, sekaligus memastikan manfaat digitalisasi dirasakan secara luas," ujar Rifan.

Menurutnya, digitalisasi memang membuka peluang menurunkan biaya transaksi, memperluas akses pasar, hingga mendorong UMKM masuk rantai nilai global. Namun tanpa aturan main yang tegas, potensi itu sulit diterjemahkan menjadi pertumbuhan inklusif.

Profesor International Economics University of Adelaide Tony Cavoli memaparkan studi terbaru yang membuktikan perjanjian dagang dengan aturan digital yang tegas mampu meningkatkan transaksi daring antarnegara. "Aturan tersebut membuat hukum jadi lebih jelas dan menekan biaya transaksi," kata Tony.

Kurangi Hambatan

Dalam konteks RCEP, Tony menjelaskan aturan tegas itu diterjemahkan dalam beberapa poin, pertama, Paperless dan Kepastian Hukum. RCEP mengurangi hambatan lewat perdagangan paperless dan pengakuan tanda tangan elektronik, yang memangkas biaya dokumentasi dan verifikasi.

Kedua, kepercayaan pasar digital. Aturan perlindungan konsumen, pelindungan data pribadi, dan kerja sama keamanan siber dibangun untuk meningkatkan trust di pasar daring. Ketiga, kepastian tarif. RCEP menyediakan landasan regulasi bersama untuk transaksi elektronik, termasuk komitmen tidak mengenakan bea masuk atas transmisi elektronik. Ini mengurangi ketidakpastian bagi perusahaan yang beroperasi lintas pasar RCEP.

"RCEP telah membangun kepercayaan di pasar daring melalui perlindungan konsumen dan perlindungan informasi pribadi, serta kerja sama keamanan siber. Hal ini mengurangi ketidakpastian bagi perusahaan," pungkas Tony.

GTT sendiri merupakan wadah dialog Kemendag untuk menjaring masukan kebijakan perdagangan. Forum ini diharapkan mendorong regulasi digital yang tidak hanya pro-pertumbuhan, tapi juga pro-keadilan bagi pelaku usaha di kawasan RCEP.

Sejumlah regulasi dan tren global menjadi tantangan sekaligus peluang. Di antaranya European Union Deforestation Regulation (EUDR), Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM), pengetatan Maximum Residue Limit (MRL), serta meningkatnya permintaan produk clean label dan plant-based.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.