Mantan Presiden Chili Mundur dari Pencalonan Sekjen PBB
📅 Senin, 21 Sep 2026, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SSANTIAGO - Mantan Presiden Chile, Michelle Bachelet, mengundurkan diri dari pencalonannya sebagai Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mengakhiri upayanya menjadi perempuan pertama yang memimpin badan dunia tersebut.
Dari Al Jazeera, Bachelet, 74 tahun, mengumumkan keputusan itu melalui sebuah video yang diunggah di Instagram pada Sabtu (19/9).
“Saya telah memutuskan untuk tidak melanjutkan pencalonan saya untuk posisi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa,” kata Bachelet.
Ia mengatakan tidak menyesal telah menerima tantangan tersebut, meski menilai “waktunya belum tepat” untuk pencalonan yang ingin ia wakili.
Keputusan itu diumumkan setelah Dewan Keamanan PBB menggelar jajak pendapat informal ketiga mengenai para kandidat pada Jumat.
Dalam pemungutan suara tersebut, Bachelet hanya memperoleh satu suara mendukung, sementara 11 anggota menyatakan tidak mendukung dan tiga lainnya tidak memberikan pendapat.
Dukungan tersebut menurun dibandingkan jajak pendapat sebelumnya. Pada Juli, Bachelet memperoleh enam suara mendukung, kemudian turun menjadi dua suara pada Agustus.
Jajak pendapat terbaru menempatkan Rebeca Grynspan dari Kosta Rika sebagai kandidat dengan dukungan tertinggi. Grynspan, yang saat ini memimpin Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD), memperoleh sembilan suara mendukung.
Posisi berikutnya ditempati Carolyn Rodrigues-Birkett dari Guyana dengan delapan suara.
Sejumlah kandidat lain masih berada dalam persaingan, termasuk Rafael Grossi dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA), mantan Presiden Senegal Macky Sall, serta diplomat Ekuador Maria Fernanda Espinosa.
Untuk memperoleh rekomendasi Dewan Keamanan PBB, seorang kandidat harus mendapatkan sedikitnya sembilan dari 15 suara anggota Dewan Keamanan dan tidak boleh mendapat veto dari salah satu dari lima anggota tetap, yakni Tiongkok, Prancis, Rusia, Inggris, dan Amerika Serikat.
Bachelet sebelumnya dicalonkan Chile pada Februari 2026 dengan dukungan Brasil dan Meksiko.
Pencalonannya juga memiliki arti simbolis karena Amerika Latin menjadi kawasan yang secara informal berada dalam giliran untuk posisi Sekretaris Jenderal PBB. Hingga kini, hanya satu tokoh Amerika Latin, Javier Pérez de Cuéllar dari Peru, yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PBB.
Siapa pun yang nantinya menggantikan António Guterres akan menghadapi PBB yang tengah menghadapi sejumlah persoalan besar. Masa jabatan Guterres berakhir pada 31 Desember 2026.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!