Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kongo Mulai Vaksinasi Ebola untuk 50.000 Petugas Kesehatan

📅 Senin, 21 Sep 2026, 00:00 WIB | Oleh:
Kongo Mulai Vaksinasi Ebola untuk 50.000 Petugas Kesehatan Doc: Istimewa
Ket. Wabah yang berlangsung sejak Mei 2026 itu telah menginfeksi sekitar 7.541 orang dan menewaskan sedikitnya 3.639 orang. Sekitar 1.823 pasien dilaporkan telah pulih.

KINSHASA - Republik Demokratik Kongo (DRC) mulai memberikan vaksin Ebola kepada petugas kesehatan dan pekerja garis depan di tengah wabah yang telah menewaskan ribuan orang.

Program vaksinasi dimulai Sabtu (19/9) di Bunia, ibu kota Provinsi Ituri, wilayah yang menjadi pusat wabah Ebola yang disebut berkembang paling cepat dalam sejarah DRC.

Dari Al Jazeera, program yang didukung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Médecins Sans Frontières (MSF) itu juga akan diperluas ke Kivu Utara, yang mengalami peningkatan kasus secara tajam.

Sekitar 50.000 petugas kesehatan dan pekerja garis depan ditargetkan menerima vaksin Ervebo. Vaksin tersebut dikembangkan untuk memberikan perlindungan terhadap strain Ebola Zaire, yang lebih umum ditemukan.

Namun, wabah Ebola yang sedang berlangsung di DRC disebabkan oleh virus Ebola strain Bundibugyo. Karena itu, efektivitas Ervebo terhadap strain tersebut masih harus dipantau.

Sebanyak 20.000 penerima vaksin akan diikutsertakan dalam pemantauan selama hingga satu tahun sebagai bagian dari uji klinis untuk mengetahui efektivitas vaksin terhadap strain Bundibugyo.

“Kita tidak tahu sejauh mana vaksin ini efektif melawan strain Bundibugyo,” kata Steve Ahuka, pejabat Kongo yang tergabung dalam gugus tugas penanganan wabah Ebola.

Meski demikian, Dr Jeannot Elua, yang bekerja di sebuah fasilitas kesehatan di Bunia, mengatakan vaksin tersebut bermanfaat bagi petugas kesehatan.

“Kami, para pekerja kesehatan, sebenarnya tidak punya pilihan. Kami akan menerimanya,” ujarnya kepada Associated Press.

Para ahli WHO menyebut data awal, terutama hasil penelitian pada hewan, menunjukkan vaksin Ervebo berpotensi memberikan perlindungan dalam wabah yang sedang berlangsung.

WHO sebelumnya menyatakan telah menyetujui 70.000 dosis Ervebo untuk digunakan di DRC pada Agustus. Vaksin tersebut diberikan melalui program penggunaan dengan pertimbangan kemanusiaan atau compassionate use, yang memungkinkan produk medis digunakan dalam kondisi penyakit serius meski belum secara khusus disetujui untuk penggunaan tersebut.

Sementara itu, uji klinis juga masih berlangsung untuk mengembangkan vaksin berlisensi yang secara khusus ditujukan terhadap wabah terbaru yang disebabkan strain Bundibugyo. Hingga kini belum tersedia vaksin berlisensi maupun pengobatan yang terbukti efektif untuk strain tersebut.

Menurut data terbaru otoritas setempat, wabah yang berlangsung sejak Mei 2026 itu telah menginfeksi sekitar 7.541 orang dan menewaskan sedikitnya 3.639 orang. Sekitar 1.823 pasien dilaporkan telah pulih.

WHO sebelumnya menyebut terdapat tanda-tanda yang menggembirakan bahwa penularan mulai melambat. Namun, MSF memperingatkan bahwa belum ada bukti jelas wabah tersebut telah berhasil dikendalikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...

Hitler Mussolini Terpilih sebagai Wali Kota di Peru

17 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Hitler Mussolini Terpilih s...
Megapolitan
Bunuh Pelaku, Polisi Brasil...
Advertisement
Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

10 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.