Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Cabai Rawit di Gorontalo Utara Rp200.000 Per Kilogram

1 Minggu, 20 Sep 2026, 07:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Cabai Rawit di Gorontalo Utara Rp200.000 Per Kilogram Harga Cabai Rawit di Gorontalo Utara Rp200.000 Per Kilogram Doc: ANTARA
Ket. Pedagang di pasar tradisional Kwandang Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo menjual cabai rawit bersih tanpa tangkai Rp200.000 per kilogram. Cabai rawit dipasok dari petani di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Sabtu (19/9/2026).

GORONTALO – Harga cabai rawit di Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo menembus Rp200.000 per kilogram (kg), dijual bersih tanpa tangkai.

"Harga cabai rawit bersih tanpa tangkai Rp200.000 per kg, sementara yang belum dibersihkan atau masih dengan tangkai Rp160.000 per kg," kata pedagang rempah-rempah di pasar tradisional Kwandang Hengki di Gorontalo Utara, Sabtu (19/9).

Ia mengatakan ada pula cabai yang dijual Rp120.000 per kg, namun kurang diminati di pasar lokal tersebut karena tingkat kepedasan yang lebih rendah.

Hengki mengatakan stok cabai rawit tidak lagi dipasok dari petani lokal Gorontalo Utara, karena gagal produksi yang dialami akibat musim kemarau.

Ia mengaku kini memasok cabai rawit dari wilayah Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah.

"Sulit mencari stok cabai rawit di petani lokal, sehingga kami pedagang terpaksa membeli dari petani di wilayah Buol," katanya.

Cabai dari Buol, mulai dikenal sama jenisnya dengan cabai khas Gorontalo dengan tingkat kepedasan yang tinggi.

Pedagang lainnya Arifin mengaku tidak memasok cabai dalam jumlah banyak.

"Harga cabai yang tinggi, membuat saya tidak berani membeli dalam jumlah banyak, apalagi saat harga tinggi, pembeli rata-rata membeli eceran ukuran harga Rp10.000 sampai Rp20.000 saja," katanya.

Ia mengaku masih mendapatkan pasokan cabai dari wilayah Kabupaten Gorontalo, meski jumlahnya pun memang tidak banyak.

"Meski harga tinggi, namun cabai rawit menjadi komoditas rempah utama yang dicari pembeli. Hanya saja jika tingkat permintaan sebelumnya tinggi, saat ini berkurang atau lebih banyak pembeli eceran," katanya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Gorontalo Utara Ajuba Thalib mengatakan pihaknya terus memantau stok dan pergerakan harga pangan di daerah itu, termasuk cabai rawit.

"Kami berharap pasokan cabai rawit di pasar-pasar tradisional tetap ada. Soal harga, memang masih tinggi atau di atas Rp100.000 per kg," katanya.

Harga cabai rawit pun masih tinggi akibat permintaan pasar tidak disertai dengan ketersediaan stok.

"Kami terus memantau pergerakan harga dan stok, termasuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengendalikan harga cabai rawit agar tidak semakin melonjak," katanya.

Beberapa jenis cabai rawit dari luar daerah yang masuk di pasar Gorontalo, cukup membantu menekan harga, di antaranya cabai dari Surabaya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Olahraga
Marukawa Jadi Mimpi Buruk P...
Luar Negeri
Peretasan Kripto, Bagaimana...
Luar Negeri
AS, Korea Selatan, dan Jepa...
Advertisement
Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.