Segera Atasi Masalah yang Hambat Produk Lokal
📅 Kamis, 16 Jun 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiKalau Presiden dalam berbagai kesempatan sudah memerintahkan agar lebih memprioritaskan produksi dalam negeri ketimbang barang impor maka aparatur pemerintah harus meningkatkan kepekaan dan menyesuaikan dengan kebijakan yang mereka terapkan. Kalau saat ini ekonomi tengah berada dalam kondisi krisis, perlu dukungan kebijakan dengan mendahulukan produk dalam negeri.
"Ada problem nihilnya sensitivitas aparatur kita dalam mengelola dan menggunakan belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara/Daerah (APBN dan APBD) dalam situasi krisis. Mindset aparatur pemerintah kita saat membelanjakan uang negara seolah masih dalam zona aman dan dalam posisi normal-normal saja, seolah tidak sedang berada dalam situasi krisis," kata Surokim.
Aparat belum sensitif dengan lingkungan krisis yang seharusnya membutuhkan penguatan pada belanja produk dalam negeri. Padahal, ikhtiar itu menjadi alternatif penolong untuk menggerakkan ekonomi dan daya beli lokal dan nasional, khususnya mengungkit belanja produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
"Menggunakan belanja APBN dan APBD untuk membeli produk UMKM bisa menolong dan memantik serta mengungkit pertumbuhan ekonomi karena menggerakkan ekonomi lokal, apalagi saat investasi dan ekspor sedang tertekan," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Jika melihat belanja APBN dan APBD yang masih didominasi produk impor menunjukkan bahwa mindset solidarity dan sensitivitas untuk menolong produk dalam negeri masih rendah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!