Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertamina EP Catat Produksi Sumur Pengembangan Salawati di Papua 623 BOPD

📅 Kamis, 18 Jun 2026, 12:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pertamina EP Catat Produksi Sumur Pengembangan Salawati di Papua 623 BOPD Doc: ANTARA
Ket. PT Pertamina EP.

JAKARTA – PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (Pertamina EP) Papua Field mencatat uji produksi Sumur Pengembangan Salawati (SLW)-F2X yang berada di Formasi Kais, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, menghasilkan minyak sebesar 623 barel minyak per hari (BOPD).

“Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras seluruh tim serta dukungan para pemangku kepentingan,” ujar General Manager Zona 14 Indarwan Harsoni dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Kamis (18/6).

Sumur SLW-F2X mulai ditajak pada 10 April 2026 menggunakan Rig PDSI Nomor 11.2/N80B-M dan berhasil diselesaikan setelah melalui proses pengeboran selama 54 hari.

Pada 11 Juni 2026, sumur tersebut mencatatkan hasil uji produksi awal sebesar 623 barel minyak per hari (BOPD) dengan menggunakan metode artificial lift Electric Submersible Pump (ESP).

“Kami menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, masyarakat adat dan seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran operasional perusahaan. Sinergi dan hubungan yang harmonis tersebut menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengembangan lapangan migas di wilayah Papua,” ujar Indarwan.

Manajer Papua Field, Ardi, menambahkan bahwa keberhasilan Sumur SLW-F2X menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus mengoptimalkan potensi produksi migas di Indonesia Timur.

Capaian ini juga melanjutkan tren positif keberhasilan program pengeboran yang sebelumnya diraih melalui Sumur SLW-C4X.

“Tambahan produksi dari sumur-sumur pengembangan akan memberikan kontribusi nyata terhadap upaya peningkatan produksi nasional sekaligus mendukung ketahanan energi Indonesia,” kata Ardi.

Selain itu, tutur Ardi melanjutkan, aktivitas hulu migas yang berkelanjutan juga diharapkan dapat memberikan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi dan pendapatan daerah di Tanah Papua.

“Dengan potensi yang masih tersedia, kami optimistis kinerja produksi Sumur SLW-F2X dapat terus dioptimalkan di masa mendatang,” ujar Ardi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Hiu paus terdampar di Bantul

1 jam lalu | Wahyu AP

Rona
Hiu paus terdampar di Bantul
Daerah
Edukasi bantuan hidup dasar...

Bakti kesehatan Polri di Polres Jombang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Bakti kesehatan Polri di Po...
Luar Negeri
PBB Terpaksa Kurangi Bantua...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.