Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Segera Atasi Masalah yang Hambat Produk Lokal

📅 Kamis, 16 Jun 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Segera Atasi Masalah yang Hambat Produk Lokal Doc: ISTIMEWA
Ket. MASYHURI Guru Besar Fakultas Pertanian UGM, Yogyakarta - Saat ini adalah waktu yang tepat karena dunia sedang terancam krisis pangan.

» Presiden Jokowi diharapkan bisa meninggalkan legacy baik dalam tata kelola pangan.

» Aparat negara belum sensitif dengan krisis yang seharusnya memperkuat belanja produk dalam negeri.

JAKARTA - Krisis pangan global memberi pelajaran berarti bagi pemerintah untuk tidak terlalu bergantung pada produk impor dan mengabaikan hasil pertanian lokal. Sebab, kebergantungan pada impor dan rendahnya produktivitas dalam negeri hanya akan membawa pada bencana kelaparan dan kekurangan gizi, terutama di negara-negara dengan penduduk yang padat.

Meluasnya ancaman kelaparan pun karena aksi proteksionisme dari negara-negara produsen semestinya menjadi momentum bagi pemerintah untuk memacu semangat para petani supaya lebih bergairah mengupayakan kemandirian pangan dengan mengatasi masalah yang menghambat produk lokal.

Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Masyhuri, mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus meninggalkan warisan kisah sukses dalam memulai ketahanan dan kedaulatan pangan di Tanah Air yang selama ini diabaikan pemimpin-pemimpin sebelumnya.

"Saat ini adalah waktu yang tepat karena dunia sedang terancam krisis pangan," kata Masyhuri.

Menurut dia, memang tidak ada negara di dunia yang bisa bebas dari impor. Namun, jika sangat tergantung pada impor akan berakibat fatal dan bisa membahayakan stabilitas nasional satu negara karena pangan adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda. Pangan adalah kunci utama kedaulatan negara.

Dari dulu, jelasnya, masalah pangan nasional itu karena keengganan untuk segera memulai peningkatan produksi nasional dengan strategi yang jelas. Makanya, saat dunia dilanda krisis pangan, dampaknya sangat terasa.

"Mau tidak mau, kita harus memikirkan kemandirian pangan. Presiden mesti meninggalkan legacy baik dalam tata kelola pangan. Jangan hanya Ibu Kota Negara (IKN), tapi pangan juga penting sekali. Kedelai bisa dijadikan sebagai produk momentum karena saat ini harganya mahal, sehingga relatif mudah mendorong petani menanamnya," kata Masyhuri.

Masyhuri mengatakan di tengah harga kedelai impor yang mahal maka seharusnya menjadi momentum percepatan swasembada kedelai di Tanah Air. Kampus sudah lama menghasilkan pupuk, bibit, dan teknologi untuk meningkatkan produksi kedelai. Hanya saja, perlu dorongan dari negara agar skala produksi bisa ditingkatkan.

"UGM punya bibit kedelai yang bagus, pupuk untuk kedelai yang bagus. Tinggal mau atau tidak pemerintah men-scale up-nya. Kalau petani pasti mau karena harga kedelai saat ini tinggi sekali," tandas Masyhuri.

Lebih Peka

Dihubungi terpisah, Peneliti Senior dari Surabaya Survey Center (SSC), Surokim Abdussalam, mengatakan selain membenahi dengan benar pada sisi hulu atau produksi, di sisi hilir pun harus ditata dengan baik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ada yang Tahu Pepelingasih?

22 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Ada yang Tahu Pepelingasih?

Festival Pantai Panjang Disemarahkan 200 UMKM

25 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Festival Pantai Panjang Dis...

Bank Emas Memiliki Nilai Strategis

29 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bank Emas Memiliki Nilai St...
Ekonomi
Jaga Prinsip Kehati-hatian,...

Kebakaran Landa Gedung Djakarta Theater

2 jam lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Kebakaran Landa Gedung Djak...
Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

21 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.