Cara Orang Zaman Dulu Berkomunikasi, Ada yang Menggunakan Burung Sampai Pakai Daun! Begini Ulasannya!
📅 Rabu, 13 Apr 2022, 19:02 WIB | Oleh: Millah Nurnabillah
Doc: pixabay
Komunikasi menjadi hal penting yang harus dilakukan. Dengan berkomunikasi, kita dapat bertukar informasi. Kemajuan teknologi membuat berkomunikasi semakin mudah untuk dilakukan.
Saat ini kita dapat berkomunikasi langsung dengan orang yang berada jauh di benua lain. Dengan gadget yang dimiliki, komunikasi bisa dilakukan dimanapun dengan mudah.
Namun sebelum teknologi berkembang seperti saat ini, pernahkah kita berpikir, bagaimana orang-orang zaman dahulu saling berkomunikasi?
Berikut ini Koran Jakarta akan mengulas alat komunikasi yang digunakan oleh orang-orang zaman dulu, untuk berkomunikasi. Berikut adalah ulasannya.
Batu
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelum kertas ditemukan, masyarakat menggunakan kayu batu sebagai media untuk berkomunikasi. Permukaan batu akan digores hingga membentuk huruf-huruf. Bangsa Indonesia mulai mengenal aksara yang memiliki karakter tulisan hampir sama.
Salah satu contoh peninggalan prasasti yang terkenal adalah Prasasti Yupa, yang tertulis peristiwa upacara Waprakeswara yang diadakan oleh Mulawarman, Raja Kutai.
Surat
Sebaiknya Anda baca juga:
Alat komunikasi yang umum digunakan pada zaman dulu adalah surat. Berkirim surat adalah cara berkomunikasi jarak jauh yang sering digunakan oleh orang-orang pada zaman dulu. Di Indonesia sendiri, berkirim surat masih digunakan hingga sekitar tahun 2000an awal. Sampai saat ini, surat masih tetap digunakan, namun dengan konsep yang berbeda.
Daun Lontar
Pada masa kerajaan, komunikasi dilakukan dengan menuliskan pesan di atas daun lontar yang telah dikeringkan. Kebiasaan ini umum dilakukan dan diyakini sudah dimulai sejak masa kerajaan Kutai, Tarumanegara, Majapahit. Sriwijaya, Padjajaran dan Mataram. Menulis pada daun lontar, dirasa lebih tahan lama dan bisa diabadikan.
Burung Merpati
Burung merpati menjadi media komunikasi yang cukup populer digunakan oleh banyak orang. Biasanya burung merpati akan dilatih agar bisa mengirimkan pesan dalam jarak jauh dan bisa kembali ke tempat asalnya. Burung merpati dianggap memiliki daya ingat dan memiliki naluri untuk kembali yang kuat.
Indonesia memiliki burung merpati pos yang diberi pangkat 'letnan', karena berjasa menyampaikan pesan dari para pejuang di Lamongan dengan Surabaya. Burung ini dipamerkan di Museum Brawijaya, Kota Malang, Jawa Timur.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!