Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

RSD Gunung Jati Cirebon Catat 50 Kasus Suspek Campak hingga April

📅 Jumat, 17 Apr 2026, 16:57 WIB | Oleh:
RSD Gunung Jati Cirebon Catat 50 Kasus Suspek Campak hingga April Doc: antara foto
Ket. Direktur Utama RSD Gunung Jati Katibi di Cirebon, Jumat (17/4).

CIREBON - Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Cirebon, Jawa Barat, mencatat sekitar 50 kasus suspek campak selama Januari hingga April 2026 yang dirawat dengan mayoritas kasus masuk melalui instalasi gawat darurat (IGD) dalam kondisi berat.

Direktur Utama RSD Gunung Jati Katibi di Cirebon, Jumat (17/4), mengatakan rumah sakit tersebut menjadi rujukan utama penanganan campak dari berbagai fasilitas kesehatan di Cirebon dan sekitarnya.

“Sampai saat ini, rumah sakit berposisi sebagai penerima rujukan. Rujukan datang melalui dua pintu, yaitu IGD dan rawat jalan,” ujarnya.

Dia mengatakan jumlah pasien yang datang melalui jalur rawat jalan relatif kecil dibandingkan dengan pasien yang masuk melalui IGD.

Ia mengatakan pada layanan IGD jumlah pasien jauh lebih banyak serta sebagian besar memerlukan perawatan lanjutan di ruang rawat inap.

“Untuk dari IGD, Januari 26 pasien, Februari 19 pasien, dan Maret lima pasien. Totalnya hingga saat ini sekitar 50 pasien,” katanya.

Ia menilai angka tersebut baru mencerminkan kasus yang telah dirujuk ke rumah sakit, sehingga jumlah sebenarnya di masyarakat kemungkinan jauh lebih tinggi.

Oleh karena itu, pihaknya memperkuat layanan penanganan campak, baik dari sisi sumber daya manusia (SDM) maupun sarana prasarana, termasuk penyediaan ruang isolasi untuk mencegah penularan di lingkungan rumah sakit.

Seorang dokter spesialis anak RSD Gunung Jati dr Suci Saptyuni Permadi mengatakan sebagian besar pasien yang dirawat sudah dalam kondisi berat dan disertai komplikasi.

Ia menyebutkan komplikasi yang sering ditemukan pada pasien campak, antara lain bronkopneumonia, otitis media, sepsis, ensefalitis, dan miokarditis yang dapat memperburuk kondisi pasien.

“Kami mendapatkan pasien yang sampai gawat dan harus dipindahkan ke ruang intensif ada empat pasien,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, dua balita dilaporkan meninggal dunia akibat campak setelah mengalami komplikasi berat dengan kondisi pemberat.

Ia menegaskan imunisasi menjadi langkah utama pencegahan untuk menekan risiko kasus berat, sekaligus melindungi anak dari komplikasi serius akibat infeksi virus campak.

“Keduanya tidak diimunisasi secara lengkap. Anak wajib diimunisasi sesuai jadwal, mulai usia sembilan bulan hingga kurang dari 15 tahun,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Tujuan Wisata Kawasan Belit...

Piala Dunia, Iran Lawan Selandia Baru, Laga “Pelengkap”

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Iran Lawan Sel...
Megapolitan
Pemprov DKI Jakarta Siapkan...
Megapolitan
Pembangunan Bogor Akan Mend...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp75.750/...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Gol Bunuh Diri Selamatkan Belgia dari Kekalahan saat Imbang 1-1 Lawan Mesir

Gol Bunuh Diri Selamatkan Belgia dari Kekalahan saat Imbang 1-1 Lawan Mesir

16 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.