Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Literasi dan Numerasi Peserta Didik Masih Rendah

📅 Sabtu, 02 Apr 2022, 05:01 WIB | Oleh:
Literasi dan Numerasi Peserta Didik Masih Rendah Doc: istimewa

JAKARTA - Literasi dan numerasi peserta didik di Indonesia masih rendah. Berdasarkan Rapor Pendidikan Indonesia (RPI), 2 dari 3 peserta didik belum mencapai nilai minimum numerasi, sedangkan satu orang belum mencapai nilai minimum literasi. Demikian disampaikan Mendikbudristek, Nadiem Makarim, dalam Peluncuran Rapor Pendidikan Indonesia (RPI), di Jakarta, Jumat (1/4).

"Ada daerah-daerah yang butuh bantuan lebih banyak untuk meningkatkan literasi dan numerasi," ujarnya. Dia menyebut kesenjangan literasi dan numerasi terjadi di mana sekolah di luar Jawa yang baik nilai literasi dan numerasinya, sama dengan sekolah dengan nilai rata-rata di Jawa.

Nadiem menekankan peningkatan literasi dan numerasi penting untuk kelangsungan hidup masyarakat. Anak-anak dengan tingkat literasi dan numerasi rendah akan mudah mengalami demotivasi, sulit memanfaatkan teknologi, dan mudah terpapar informasi yang tidak benar.

"Jadi tidak hanya aspek pendidikan, tapi sosial dan masyarakat kita," jelasnya.

Sebagai informasi, tingkat literasi dan numerasi di satuan pendidikan dapat diakses diraporpendidikan.kemdikbud.go.id. Di laman tersebut terdapat juga survei karakter dan survei lingkungan belajar. Ketiganya bagian dari Asesmen Nasional (AN) pengganti Ujian Nasional.

Fungsi dari Rapor Pendidikan sebagai bahan refleksi dan identifikasi persoalan bagi masing-masing satuan pendidikan dan dinas pendidikan untuk menyusun rencana perbaikan secara lebih tepat dan berbasis data.

Rapor Pendidikan menampilkan data kualitas satuan pendidikan atau daerah yang didapat dari berbagai asesmen atau survei nasional. Rapor Pendidikan hadir bagi satuan pendidikan dan dinas pendidikan untuk bisa mengakses informasi tersebut. Satuan pendidikan dapat melihat secara detail elemen-elemen per dimensi sehingga dapat menggali kondisi capaian dan proses pembelajaran di tempat masing-masing.

Hasil Survei

Lebih jauh, Nadiem memaparkan, survei karakter peserta didik di Indonesia cukup baik dari segi spiritualitas dan kreativitas. Kekurangannya ada pada kemandirian dalam belajar dan kebinekaan global.

"Semakin baik indeks karakter, semakin tinggi indeks literasi dan numerasi. Semua nyambung," jelasnya.

Sedangkan, survei lingkungan belajar menunjukkan angka potensi perundungan yang masih tinggi yaitu 24,4 persen. Begitu juga dengan potensi kasus kekerasan seksual mencapai 22,4 persen.

"Kesadaran dan proaktif mengambil tindakan untuk menangani kekerasan tersebut berdampak sangat besar pada tingkat insidensi," tegasnya.

Mendikbudristek menyatakan, nilai AN dalam Rapor Pendidikan Indonesia mengandung standar nasional pendidikan. Baik sekolah maupun pemerintah bisa menjadikan Rapor Pendidikan Indonesia sebagai dasar dalam membuat kebijakan peningkatan pendidikan.

"Ini memberikan indikator stakeholder pendidikan membantunya di mana. Itu sebetulnya perubahan paradigma yang kita inginkan," tandasnya.ruf/And

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Resmi IPO Hari Ini, Jumat (10/7), RANS Entertainment Bantah Rumor Pencucian Uang

Resmi IPO Hari Ini, Jumat (10/7), RANS Entertainment Bantah Rumor Pencucian Uang

10 Jul 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
IHSG Hari Ini Panen Sentimen Positif
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.