Mengoptimalkan Penurunan Stunting Lewat Pendekatan Inovatif
📅 Kamis, 09 Jul 2026, 23:57 WIB | Oleh: Tim PenulisTanjung Selor, Kaltara - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mengoptimalkan pelaksanaan program pembangunan keluarga dan penurunan prevalensi stunting melalui pendekatan yang inovatif dan kolaboratif.
“Penanganan isu strategis seperti stunting dan pembangunan keluarga tidak boleh hanya menjadi domain pemerintah daerah semata,” ujar Bupati Bulungan Syarwani di Tanjung Selor, Kamis.
Menurut dia, diperlukan ruang yang luas bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan para pelaku usaha, untuk saling bersinergi secara inklusif dalam pembangunan keluarga dan penurunan prevalensi stunting.
“Sesuai dengan tagline Bulungan hari ini, yaitu Bulungan BISA (Berdaulat, Inklusif, Sinergi, dan Adaptif), kita harus membuka ruang seluas-luasnya untuk bekerja sama. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri,” katanya.
Intervensi antara sektor hilir (penanganan) dan sektor hulu (pencegahan), kata dia, harus dilakukan seimbang. Di tingkat hulu, langkah konkret telah dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) untuk memberikan edukasi dan pemahaman awal bagi para calon pengantin (catin) melalui Kantor Urusan Agama (KUA).
Sebaiknya Anda baca juga:
“Langkah ini kita harapkan dapat meminimalisir potensi lahirnya generasi stunting baru akibat pernikahan dini, pergaulan bebas, maupun dampak buruk narkoba,” katanya.
Selain itu, keterlibatan generasi muda terus dipacu, di mana Pemkab Bulungan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) melakukan pembinaan terhadap Duta Generasi Berencana (GenRe) yang rutin setiap tahun dengan melibatkan perwakilan putra dan putri dari seluruh kecamatan.
Di sektor hilir yang berkaitan dengan infrastruktur pendukung kesehatan, dia menyoroti pemenuhan kebutuhan sanitasi dan air bersih.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Berdasarkan data, penyediaan air bersih melalui Perumda Air Minum saat ini baru menjangkau lima dari sepuluh kecamatan yang ada di Bulungan, di mana pemenuhannya terus ditingkatkan secara bertahap bersama Kementerian PUPR melalui program Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat),” ujarnya.
Selain keterlibatan para pemangku kepentingan, Bupati Syarwani menilai, pentingnya peran orang tua membangun keluarga dan khususnya penurunan prevalensi stunting.
“Peran aktif orang tua, khususnya figur ayah, dalam pengasuhan anak di era digital sangat penting. Kita juga perlu melakukan pengawasan terhadap penggunaan gawai agar tidak merusak pola pikir dan kesantunan generasi muda,” katanya.
Untuk itu, ia mengajak semua pemangku kepentingan bersama-sama dengan Pemkab Bulungan menjaga serta membangun keluarga dengan menurunkan bahkan menghilangkan stunting di daerah itu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!