Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Satgas MBG Lombok Timur Tangani Dugaan Kasus Keracunan Pelajar

1 Senin, 20 Okt 2025, 12:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Satgas MBG Lombok Timur Tangani Dugaan Kasus Keracunan Pelajar Satgas MBG Lombok Timur Tangani Dugaan Kasus Keracunan Pelajar Doc: ANTARA
Ket. Sekda Lombok Timur, HM Juaini Taofik.

MATARAM – Ketua Satgas Makanan Bergizi Gratis (MBG) Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), HM Juaini Taofik, mengatakan kasus keracunan siswa yang diduga usai mengonsumsi MBG di wilayah Pringgabaya telah tertangani dengan baik di tingkat puskesmas.

"Semua yang terjadi kami tangani dengan baik dan semua tak menginginkan hal ini terjadi," kata Juaini yang juga Sekda Lombok Timur di Lombok Timur, Senin (20/10).

Ia mengatakan ketika ada siswa yang tak bisa tertangani di puskesmas, pihak puskesmas telah diperintahkan untuk merujuk ke rumah sakit. Tetapi disyukuri tidak ada siswa yang sampai dirujuk hingga ke rumah sakit.

"Alhamdulillah, proses penanganan telah dilakukan, kami tidak menghendaki hal itu terjadi, tetapi kalau sudah terjadi tidak mungkin berdiskusi, tetapi dilakukan penanganan," katanya.

Dikatakan Sekda, terhadap permasalahan ini pun pihaknya tengah melakukan investigasi apa penyebab siswa mengalami diare dan muntah-muntah usai mengonsumsi MBG.

"Satgas melakukan investigasi. Dan hasil investigasi salah satu penyebabnya adalah jarak lokasi penyajian terlalu jauh dan lama," katanya.

Karena itu Satgas Lombok Timur merekomendasi agar pihak sekolah memastikan MBG dinikmati siswa di sekolah, karena itu untuk siswa, bukan dibawa pulang.

Bahkan dia mendorong agar pihak sekolah memimpin makan bareng, seperti yang dilakukan di sejumlah sekolah. Saat MBG datang proses belajar dihentikan sementara dan mengajak semua siswa menyantap makanan tersebut, bukan berarti mengurangi jam belajar siswa.

"MBG ini juga harus tepat sasaran. Kalau itu jatah siswa harus di makan oleh siswa, agar hal ini makanan MBG ini tidak percuma dibawa ke sekolah tetapi tidak dinikmati langsung oleh siswa di sekolah," katanya.

"Karena dibawa pulang ini dugaan. Siswa alami diare dan muntah muntah dan hal ini oleh Satgas terus dimitigasi," tambahnya.

Ia mengatakan bagaimana memastikan makanan ini khusus untuk yang bersekolah di tempat itu, jangan dibawa pulang dan jangan sampai budaya membawa berkat pulang itu diterapkan dalam program MBG.

"MBG ini makanan segar semua, bukan makanan pengawet, agar niat baik program ini tercapai," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
MK Polandia Terpecah Dua, P...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Empat Tips Mengatur Pengeluaran agar Tidak Boros saat Sering Bayar Pakai QRIS

Empat Tips Mengatur Pengeluaran agar Tidak Boros saat Sering Bayar Pakai QRIS

01 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.