Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hilirisasi Sawit, 13 Inventor Periset GRS Difasilitasi AII, Didanai BPDPKS

📅 Selasa, 22 Mar 2022, 12:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hilirisasi Sawit, 13 Inventor Periset GRS Difasilitasi AII, Didanai BPDPKS Doc: antara
Ket. Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit Jambi.

JAKARTA - Asosiasi Inventor Indonesia (AII) memfasilitasi 13 inventor periset Grand Riset Sawit (GRS) untuk hilirisasi hasil penelitian, yang didanai Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), mulai plastik dari limbah sawit, bioenergi, hingga busa pemadam kebakaran dari minyak sawit.

"Kami harap kegiatan ini menarik banyak investor baik perusahaan maupun perorangan untuk menjadi mitra inventor dalam komersialisasi hasil penelitian," kata Ketua Umum AII Didiek Hadjar Goenadi dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Selasa (22/3).

13 hasil riset sawit yang penelitiannya didanai Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) tersebut adalah limbah kelapa sawit jadi material hebat nano crystal; plastik dari limbah sawit yang bisa terurai alami; dan busa pemadam kebakaran dari minyak sawit.
?????
Kemudian, timah organik dari residu minyak sawit membuat pipa PVS bebas timbal; dari biomassa ke biorefineri menjadi bioenergi; kayu lapis dari batang pohon sawit; kilang nabati mengubah batang pohon sawit jadi gula dan karbohidrat; dan melawan serangan jamur ganoderma pada kelapa sawit dengan drone

Hasil riset selanjutnya berupa produksi suplemen pakan ternak lemak kalsium berbahan baku PFAD; MDAG bahan makanan sehat berbasis sawit; pupuk bio-silika untuk kelapa sawit agar tahan kekeringan; revolusi cara menentukan waktu panen kelapa sawit; serta sortir dan grading cepat buah sawit dengan pencitraan spektral.

Hasil penelitian yang akan dipromosikan kepada investor tersebut sudah sampai tingkat kesiapan terapan teknologi atau Technology Readiness Level (TRL) 7, yang berarti siap dikomersialisasi, tetapi belum sampai produk jadi.

Didiek menuturkan masih butuh beberapa penelitian lanjutan untuk mencapai TRL tertinggi, yaitu 8-9. Untuk bisa meningkatkan TRL tersebut dan mengkomersialisasikan produk riset dan inovasi, maka perlu pendanaan dan dukungan dari investor.

Untuk itu, AII membantu para inventor untuk bisa menghilirisasikan hasil risetnya dengan mempertemukan para inventor dengan investor pada seminar virtual yang akan diadakan pada 30 Maret 2022.

Ia mengatakan ada sekitar 138 invensi yang selesai pendanaannya oleh Grand Riset Sawit BPDPKS tahun 2015-2019. Dari jumlah itu, berdasarkan hasil valuasi oleh tim ahli, ada 13 invensi yang sudah TRL 6-7 dan dinyatakan siap untuk komersialisasi produk.

"Jadi AII tidak melakukan seleksi dengan kriteria sendiri, tetapi mengikuti standar yang berlaku secara internasional lewat penilaian TRL mulai dari angka 1 hingga 9," ujarnya.

Didiek menuturkan hingga kini sudah ada beberapa investor yang berminat pada hasil penelitian para inventor yang diwujudkan dalam letter of intent (LoI), lalu dilanjutkan ke tahap penandatangan kerja sama.

"Semoga investor yang sudah menyampaikan LoI bisa segera ditingkatkan menjadi MoU dan SPK. Setelah itu dilakukan persiapan pasarnya. Sehingga produk tersebut memiliki nilai ekonomi yang riil," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Nasional
Kunjungan Menteri Pertahana...
Nasional
Ekonomi Dinilai Sulit Tumbu...
Nasional
Perkuat Aksi Dini untuk Ant...
Nasional
Pariwisata Indonesia Butuh ...
Luar Negeri
Trump Desak Raksasa Minyak ...

Min Aung Hlaing akan Kunjungi Tailan

2 jam lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Min Aung Hlaing akan Kunjun...

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.