Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Peduli Teriakan Pengusaha Sawit, Menkeu Purbaya: DHE 100 Persen Jalan Terus, Pemburu Devisa Tak Akan Mundur!

📅 Sabtu, 10 Jan 2026, 16:51 WIB | Oleh:
Tak Peduli Teriakan Pengusaha Sawit, Menkeu Purbaya: DHE 100 Persen Jalan Terus, Pemburu Devisa Tak Akan Mundur! Doc: Antara
Ket. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

JAKARTA - Pemerintah kembali menunjukkan sikap keras terhadap praktik-praktik yang dinilai merugikan negara. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan tegas menyatakan tidak akan mengindahkan protes para pengusaha sawit yang menolak kebijakan baru Devisa Hasil Ekspor (DHE). 

Bagi Purbaya, aturan ini bukan sekadar kebijakan teknis, melainkan langkah strategis untuk menambal kebocoran devisa yang selama bertahun-tahun dibiarkan menggerogoti fondasi ekonomi nasional.

Purbaya menyoroti fakta mencengangkan, cadangan devisa Indonesia stagnan di kisaran USD150 miliar selama bertahun-tahun, padahal neraca perdagangan terus mencatat surplus besar. Kondisi ini dianggap sebagai alarm keras bahwa sistem lama gagal menjaga devisa tetap berada di dalam negeri. 

“Kalau surplus besar tapi cadangan devisa naiknya tipis, berarti ada yang bocor,” tegas Purbaya, seperti yang dikutip di kanal YouTube IDXC Chanel, Sabtu, 10 Januari 2026.

Melalui revisi Peraturan Pemerintah (PP) yang mulai berlaku efektif 1 Januari 2026, pemerintah mewajibkan eksportir menempatkan 100 persen DHE di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). 

Dari jumlah tersebut, 50 persen dapat dikonversi ke rupiah. Skema ini dirancang untuk memperkuat cadangan devisa, menjaga stabilitas nilai tukar, sekaligus mencegah dana ekspor parkir sebentar di dalam negeri lalu kembali kabur ke luar negeri.

Menanggapi keluhan asosiasi sawit yang mengklaim biaya produksi tinggi, Purbaya justru menyentil praktik lama yang dinilai manipulatif. Ia menyebut banyak eksportir sengaja menempatkan dana di bank kecil, lalu dengan cepat mengalirkannya kembali ke luar negeri. 

“Kalau sekarang mereka protes, ya silakan. Empat tahun praktik ini berjalan, dan negara yang dirugikan,” ujarnya lugas.

Tak hanya DHE, Purbaya juga membongkar praktik under invoicing yang masih marak, terutama di sektor sawit dan komoditas lain. Berdasarkan temuan awal terhadap sekitar 10 perusahaan besar, nilai ekspor yang dilaporkan diduga hanya separuh dari nilai sebenarnya. 

Potensi kerugian negara disebut bisa mencapai triliunan rupiah. Pemerintah pun bersiap menggunakan teknologi canggih, termasuk sistem berbasis data dan kecerdasan buatan (AI), untuk melacak transaksi kapal per kapal dan memastikan tidak ada lagi ruang bermain.

Di sisi lain, Purbaya optimistis kebijakan ini justru akan berdampak positif bagi ekonomi. Dengan devisa lebih kuat, rupiah diharapkan lebih stabil, sentimen investor membaik, dan pasar modal semakin atraktif. 

Tidak hanya itu, Purbaya juga menyinggung derasnya arus dana asing ke bursa dalam beberapa bulan terakhir sebagai sinyal kepercayaan terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah.

Pemerintah siap menindak tegas pelanggaran, merapikan pajak dan bea cukai, serta mengejar siapa pun yang mencoba mengakali sistem. 

“Kalau kebijakan ini tidak dijalankan konsisten, pemerintah hanya akan jadi bahan ejekan,” ujarnya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog Milit...
Megapolitan
DKI Jakarta Benahi Kabel Se...

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...
Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.