Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Luar Biasa, Empat Profesor Riset BRIN yang Baru Dikukuhkan Ini Perempuan Semua

📅 Kamis, 10 Mar 2022, 10:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Luar Biasa, Empat Profesor Riset BRIN yang Baru Dikukuhkan Ini Perempuan Semua Doc: ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak
Ket. Prof Ratih Dewanti menyampaikan orasi ilmiahnya dalam acara pengukuhan empat perempuan peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai profesor riset di Jakarta, Kamis (10/3).

JAKARTA - Sebanyak empat perempuan peneliti di lingkungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dikukuhkan menjadi profesor riset ke-634, ke-635, ke-636, ke-637 pada Kamis (10/3), secara berurutan adalah Ratih Dewanti, Ganewati Wuryandari, Widjajanti, dan Rike Yudianti.?

"Gelar Profesor Riset tidak hanya merupakan gelar yang diberikan secara melekat, namun yang lebih daripada itu, gelar ini memberikan beban tambahan yang tidak ringan kepada yang telah dikukuhkan," kata Kepala BRIN Laksana Tri Handoko dalam acara pengukuhan profesor riset yang diikuti virtual di Jakarta, Kamis.

Handoko menuturkan profesor riset mempunyai tanggung jawab yang sangat besar, tidak hanya untuk dirinya sendiri namun diharapkan menjadi penghela terdepan untuk kelompok-kelompok risetnya.

Pengukuhan empat profesor riset yang baru juga menunjukkan kesinambungan kaderisasi peneliti di BRIN untuk menghasilkan karya-karya penelitian berkualitas internasional.

"Semoga hal ini bisa menjadikan semangat bagi para peneliti lainnya, agar kaderisasi kompetensi tetap terjaga dan berkesinambungan," ujar Handoko.

Ia menuturkan kaderisasi peneliti penting untuk terus menghasilkan hasil penelitian yang berkualitas untuk terus dikembangkan guna mendukung keberlanjutan pembangunan.

Apalagi di masa pandemi Covid-19 saat ini, BRIN diharapkan selalu memiliki terobosan atau inovasi baru untuk membantu Indonesia melalui hasil-hasil riset yang dapat berkontribusi bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa.

Dalam acara tersebut, masing-masing profesor riset menyampaikan orasi ilmiahnya. Prof Ratih Dewanti yang mempunyai kepakaran di bidang penginderaan jauh berbicara tentang model yang efisien dalam pengolahan data penginderaan jauh optik, yang dikontribusikan untuk menghasilkan data dan informasi dalam mendukung pemantauan mangrove.

Model tersebut apabila diintegrasikan dengan perkembangan konsep mutakhir akan memberi bobot yang lebih signifikan dalam pengolahan data penginderaan jauh optik untuk mangrove.

Prof Ganewati Wuryandari, yang merupakan pakar di bidang hubungan internasional, dalam orasi ilmiahnya tentang Politik Luar Negeri Era Reformasi, menyampaikan tentang perjalanan Indonesia dari awal penjajahan yang berperan aktif dalam percaturan politik internasional.

Indonesia diharapkan dapat memadukan strategi normatif dan fungsional dalam menjalankan peran sebagai negara kekuatan menengah. Selain itu, pelibatan pemangku kepentingan juga diperlukan sehingga ada legitimasi lebih kokoh untuk mendukung pelaksanaan politik luar negeri ke depannya.

Prof Widjajanti yang memiliki kepakaran di bidang sosiologi gender, menyampaikan orasi mengenai perspektif sosiologi feminisme untuk menunjukkan lemahnya representasi perempuan dan upaya resistansinya.

Prof Rike Yudianti, yang merupakan pakar di bidang teknik material, memaparkan orasi terkait pemanfaatan nanokomposit berbasis nanoselulosa dan nano karbon sebagai material fungsional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Nasional
Kunjungan Menteri Pertahana...
Nasional
Ekonomi Dinilai Sulit Tumbu...
Nasional
Perkuat Aksi Dini untuk Ant...
Nasional
Pariwisata Indonesia Butuh ...
Luar Negeri
Trump Desak Raksasa Minyak ...

Min Aung Hlaing akan Kunjungi Tailan

2 jam lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Min Aung Hlaing akan Kunjun...

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

Krisis di FIFA Kian Memanas, Posisi Gianni Infantino Terancam Usai Gagal Jual Hak Komersial Piala Dunia

05 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.