Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kelebihan Pasok, Muncul Fenomena 'Apartemen Hantu'

📅 Senin, 20 Des 2021, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

"Masalah mendasar kita kan putaran ekonomi utamanya terus berkisar di konsumsi. Turunannya ya kredit properti spekulatif seperti apartemen ini menjamur, mal menjamur. Sementara pertanian susah dapat kredit, UMKM juga mesti mengandalkan subsidi bunga oleh pemerintah, bank kurang mau terjun di situ karena biasa cari uang mudah spekulasi. Masalahnya, kalau nanti ada apa-apa, negara lagi yang harus turun tangan," kata Maruf.

Sekjen Asosiasi Kontraktor Nasional DPD DIY, Jugil Adiningrat, mengatakan pentingnya pemerintah dan stakeholder perbankan nasional untuk lebih kreatif menumbuhkan ekonomi di daerah. Ketimpangan Jakarta dan luar Jakarta, Jawa, dan luar Jawa, mesti menjadi tugas penting pemerintah, BI, dan OJK sehingga bisa dikikis secara periodik dan terencana.

Pakar Ekonomi dari Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI), Surabaya, Leo Herlambang, mengatakan pemerintah, Bank Indonesia (BI), dan OJK perlu memetik pelajaran dari fenomena bubble properti oleh perusahaan pengembang, Evergrande, di Tiongkok. Otoritas harus mengevaluasi pada sistem pendanaan agar tidak digunakan untuk ajang spekulatif.

Leo mengatakan dengan mengevaluasi regulasi maka perbankan akan lebih mengutamakan pendanaan untuk sektor riil, terutama untuk membangun ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan.

Manajer Riset Seknas Fitra, Badiul Hadi mengatakan, kelebihan dana di bank sebaiknya dialokasikan untuk sektor riil, terutama untuk stimulus produksi dan kepada masyarakat untuk meningkatkan daya beli. "Penyaluran dana bank ke sektor riil sangat penting agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya disumbang oleh belanja pemerintah, tetapi juga sektor UMKM," kata Badiul.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.