Yakin, PON Tetap Akan Sukses
📅 Sabtu, 04 Sep 2021, 06:00 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraKasus harian Covid-19 di Papua masih tinggi. Apa yang akan dilakukan untuk mengantisipasi?
Kami masih menunggu teknis protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang akan diterapkan petugas PON dari pemerintah pusat. Kami menunggu keputusan pemerintah pusat seperti apa. Nanti kami akan mengikuti dan menyiapkan langkah-langkah yang harus dilakukan. PB PON masih menunggu teknis protokol kesehatan karena situasi tersebut berpotensi menjadi masalah. Sebabsaat PON dimulai akan terdapat begitu banyak orang dari luar daerah yang masuk ke Papua.
Saat ini, hunian rumah sakit Papua cukup padat. Banyak yang dirawat di luar rumah sakit dengan tenda-tenda karena Covid-19. Jadi, kami meminta kebijakan dari pemerintah pusat seperti apa supaya tidak terjadi klaster baru saat PON digelar. Bisa saja nantinya ada pertimbangan bahwa semua yang datang ke Papua untuk PON wajib melakukan karantina terlebih dulu sebelum bisa beraktivitas di Papua. Hal ini mirip seperti yang dilakukan Olimpiade Tokyo 2020.
Memang Bisa dilakukan karantina, kalau tidak dipersiapkan jauh-jauh?
Sebaiknya Anda baca juga:
Kami berharap begitu. Hanya, semuanya mesti dikaji secara menyeluruh agar didapat solusi terbaik bagi setiap pihak. Ini juga tidak ringan bagi wilayah kami. Sebab perhelatan besar PON nanti baru pertama. Papua baru pertama kali menjadi penyelenggara PON. Jadi, memang ada harapan agar penonton atau masyarakat Papua sebanyak mungkin terlibat di dalamnya. Namun, sekarang masih dalam situasi pandemi. Keputusan ada di pemerintah pusat. Apakah mungkin melalui Menpora, PON itu tanpa penonton atau bagaimana.
Masalah peralatan pertandingan juga mengemuka beberapa waktu lalu, bagaimana perkembangannya?
Ada empat wilayah yang menjadi lokasi pelaksanaan PON, yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke. Kami memastikan 80 persen peralatan pertandingan sudah tiba di tiap-tiap klaster. Kami sudah turun langsung ke lapangan cek peralatan di venue voli dan dayung. Beberapa peralatan seperti menembak dan biliar sudah terpasang di venue. Kami pastikan untuk peralatan yang dibiayai dari APBD, 80 persen sudah tiba di Jayapura dan Mimika.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, pengadaan peralatan untuk cabang olahraga yang disediakan oleh APBN, paling lambat awal September ini mestinya sudah tiba di tiap-tiap klaster. Pengadaan peralatan untuk cabang olahraga yang disediakan oleh APBD Papua untuk klaster Mimika, antara lain biliar peralatan sudah terpasang di venue. Kemudian, peralatan cabor basket 5 x 5, karpet handball (bola tangan) juga sudah tiba. Sedangkan peralatan handball dan timing system cabor atletik dalam perjalanan dari Jakarta ke Mimika.
Berapa cabang menjadi tanggung jawab PB PON
Tanggung jawab PB PON adalah 20 cabang olahraga. Tanggung jawab PB PON melalui APBD Papua. Tantangan bagi kami adalah pengelolaan seluruh venue secara berkala dan berkelanjutan. Jangan sampai seluruh venue yang dibangun dengan anggaran besar hanya akan menjadi cerita. Setelah dipakai, tidak berguna lagi. Semuanya sangat luar biasa dengan kualitas standar internasional.
Masalah yang menjadi sorotan utama adalah keamanan. Bagaimana PB PON menjamin semuanya bisa berjalan lancar?
Kami memastikan kondisi keamanan dan ketertiban saat ini masih aman dan terkendali. Demikian halnya untuk situasi terbaru di empat klaster penyelenggaraan PON, sampai sekarang baik-baik saja.
Sebagai Ketua Harian PB PON Papua, kami mau memastikan kepada semua kontingen di Indonesia bahwa sampai hari ini Papua aman. Kami pikir seluruh masyarakat Papua siap menjadi tuan rumah yang baik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!