Pemerintah Belum Konsisten Mereduksi Emisi Karbon
📅 Rabu, 21 Jul 2021, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Siasat Licik
Sementara itu, Tim Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace, Didit Haryo mengatakan, untuk pemanfaatan batubara dengan kalori rendah jelas hanya memberi keuntungan semata bagi perusahaan tambang.
"Ini siasat licik untuk menguntungkan perusahaan tambang, agar serapan batubara kalori rendahnya yang tidak laku di pasar ekspor bisa terjual dengan membuka konsumsi domestik," tuding Didit.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan meneruskan proyek tersebut, maka Indonesia paparnya sulit terlepas dari penggunaan energi kotor batubara dan apapun terminologi yang digunakan oleh pemerintah seperti pemanfaatan batu bara kalori rendah lewat gasifikasi yang seakan akan lebih bersih.
"Ini langkah mundur yang semakin menjauhkan kita dari transisi energi menuju energi ramah lingkungan, dan komitmen pemerintah mengurangi emisi karbon secara global,"tandas Didit.
Secara terpisah, Pengamat Energi dari Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa berpandangan, di era transisi energi, lembaga-lembaga keuangan global sudah memerhatikan masalah lingkungan, sosial dan tata kelola yang baik.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Salah satu pertimbangan penting dari investor sebelum berinvestasi adalah pemanfaatan energi, kalau masih menggunakan energi fosil kemungkinan mereka akan menarik diri," kata Fabby.
Kalau kelak ketentuan carbon capture & storage dimasukan dalam syarat investasi, maka penggunaan DME pasti akan meningkatkan biaya untuk mereduksi emisi bahan bakar itu. n ers/E-9
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!