Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Din Syamsuddin Harap Perbedaan Politik Tak Pecah Belah Umat

📅 Rabu, 27 Mei 2026, 13:23 WIB | Oleh:
Din Syamsuddin Harap Perbedaan Politik Tak Pecah Belah Umat Doc: antara foto
Ket. Din Syamsuddin

JAKARTA - Tokoh Muhammadiyah, Din Syamsuddin, berharap perbedaan pilihan politik dan organisasi tidak menjadi alasan untuk memecah belah persatuan umat.

"Janganlah umat ini, hanya karena perbedaan organisasi, hanya karena perbedaan paham keagamaan, hanya karena perbedaan aspirasi dan kepentingan politik, kemudian kita terjebak pada perpecahan di antara kita," kata Din Syamsuddin dalam khutbah Shalat Idul Adha 1447 H di Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (27/5).

Din mengatakan di Indonesia terdapat begitu banyak organisasi Islam karena itu penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan.

Menurut mantan ketua umum PP Muhammadiyah itu, konflik internal hanya akan membawa kegagalan bagi umat Islam. Din mengutip pesan Al-Qur'an agar umat tidak saling bertikai, karena hal itu dapat menghilangkan kewibawaan dan kekuatan umat.

"Jangan berkonflik, jangan bertikai, karena kalian akan gagal dan kewibawaan; kehebatan kalian sebagai umat Islam akan hilang," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Din berbicara tentang status Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Menurutnya, hal itu belum berbanding lurus dengan kualitas di berbagai bidang.

"Umat Islam di Indonesia dewasa ini masih menghadapi masalah besar, yaitu adanya kesenjangan antara kuantitas dan kualitas. Jumlah umat Islam yang besar, tetapi belum disertai dengan kualitas," kata Din.

Dia menyebut umat Islam saat ini masih tertinggal dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari sosial, politik, hingga ekonomi. Posisi umat Islam saat ini bahkan terpinggirkan.

"Namun, jika kita amati secara jujur, dalam kehidupan nasional umat Islam belum berperan, umat Islam belum menentukan, umat Islam bahkan terpinggirkan khususnya dalam bidang ekonomi," katanya.

Menanggapi berbagai perbedaan yang sering muncul di tengah masyarakat, Din mengajak umat untuk mengedepankan prinsip yang penuh toleransi. Dia menekankan bahwa dalam menghadapi perbedaan, prinsip persaudaraan harus tetap dijunjung tinggi.

Oleh karena itu, Din mengajak seluruh umat untuk bangkit menampilkan peran kebangsaannya. Dia menekankan bahwa tanggung jawab umat Islam saat ini adalah memajukan dan membebaskan Indonesia dari segala bentuk kemungkaran guna mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa.

"Jika para pahlawan yang terdiri dari para ulama pada masa lampau telah mengorbankan diri untuk menegakkan negara tercinta. Inilah saatnya bagi kita umat Islam juga untuk menampilkan pengorbanan bagi kemajuan bangsa dan negara kita," ujar mantan ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

42 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.