Riset: Hampir 25 Persen Pasien Covid-19 di AS Alami Gejala 'Long Covid'
📅 Rabu, 16 Jun 2021, 23:48 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Istimewa
WASHINGTON DC - Suatu penelitian baru di Amerika Serikat (AS) mengungkapkan bahwa hampir 25 persen pasien Covid-19 mengalami masalah kesehatan baru, jauh setelah diagnosis awal mereka.
Organisasi nirlaba FAIR Health menganalisis klaim asuransi kesehatan hampir dua juta orang antara Februari 2020 dan Februari tahun ini. Studi ini mendapati kondisi baru yang paling umum di kalangan yang disebut pasien "Long Covid," yang mencakup nyeri, kesulitan bernapas, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi dan kelelahan.
"Long Covid" terjadi ketika pasien masih terus menunjukkan gejala Covid, meskipun mereka telah pulih dari tahap akut penyakit tersebut.
Penyakit baru itu mempengaruhi pasien dari semua kelompok usia, termasuk anak-anak, dan bahkan mencakup pasien yang asimtomatik atau tidak mengalami gejala apapun. Studi ini mendapati 19 persen pasien asimtomatik Covid-19 mengalami gejala "Long Covid", jumlahnya 27 persen pada pasien yang memiliki gejala ringan atau sedang tetapi tidak dirawat inap, dan 50 persen pada mereka yang dirawat inap.
Penyakit-penyakit lain yang terungkap dalam penelitian itu mencakup gangguan pada usus, gangguan jantung dan isu-isu kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan. VoA/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!