Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Asean Didesak Tunjuk Utusan bagi Myanmar

📅 Kamis, 03 Jun 2021, 05:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Asean Didesak Tunjuk Utusan bagi Myanmar Doc: Dok Kemlu RI
Ket. Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno LP Marsudi

JAKARTA - Indonesia akan terus berkomunikasi dengan ketua Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Association of Southeast Asian Nations/Asean) serta anggotanya untuk mendorong tindak lanjut lima poin konsensus untuk membantu menyelesaikan krisis politik di Myanmar.

Hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi, dalam pertemuan dengan Perwakilan Tinggi Uni Eropa (EU) untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, Josep Borrell, di Jakarta, Rabu (2/6).

Menurut Menlu Retno, konsensus harus dijalankan terutama melalui penunjukan utusan khusus Asean untuk Myanmar serta komunikasi dengan semua pihak, termasuk dalam rencana kunjungan Sekretaris Jenderal Asean dan delegasi Brunei Darussalam sebagai ketua Asean tahun ini, ke Myanmar.

"Ini akan merupakan titik awal kerja Asean untuk menindaklanjuti lima poin konsensus. Keselamatan dan kesejahteraan rakyat Myanmar harus terus menjadi prioritas," ujar Menlu Retno saat menyampaikan pernyataan pers secara virtual, usai pertemuan dengan perwakilan EU.

Poin-poin dalam konsensus itu mencakup antara lain, seruan untuk penghentian kekerasan di Myanmar, penunjukan utusan khusus Asean, serta penyaluran bantuan kemanusiaan ke Myanmar.

Lebih lanjut Menlu Retno menegaskan bahwa dialog inklusif juga penting untuk didorong guna menyelesaikan krisis politik di Myanmar, dan membawa demokrasi kembali dalam kehidupan politik Myanmar sesuai dengan kehendak rakyat Myanmar.

Menurut perwakilan tinggi EU Josep Borrell, kepemimpinan Indonesia sangat dibutuhkan untuk mencari solusi atas situasi Myanmar saat ini yang diwarnai protes dan kekerasan menyusul kudeta militer terhadap pemerintah terpilih negara itu pada 1 Februari lalu.

"Saya sangat prihatin bahwa situasi di sana belum terpecahkan, tetapi jika seseorang dapat membantu maka itu adalah Asean dan Indonesia. Saya yakin Anda akan melanjutkan upaya Anda untuk melindungi dan membantu rakyat Myanmar," tutur Borrell kepada Menlu Retno.

Belum Ada Progres

Sejak para pemimpin Asean menyepakati lima poin konsensus dalam pertemuan di Jakarta, April lalu, hingga kini perhimpunan itu belum mencapai progres termasuk untuk menunjuk utusan khusus untuk Myanmar karena perbedaan pendapat di antara negara anggota.

Sebuah dokumen kerangka yang dirilis Brunei Darussalam pada bulan lalu mengusulkan bahwa utusan khusus Asean untuk Myanmar ini aktif hingga akhir 2021. Dokumen itu juga mengusulkan pembatasan kewenangan dan tugas utusan khusus tersebut hanya untuk mediasi.

Beberapa negara Asean tak setuju lantaran dinilai merusak kedudukan dan pengaruh dari utusan tersebut. Empat sumber diplomatik mengatakan Indonesia dan Thailand berselisih terkait detail pembentukan utusan khusus Asean tersebut. Ant/ST/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
Ekonomi
Presiden Resmikan Program H...

Realisasi Penyaluran KUR hingga Oktober 2026

19 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Realisasi Penyaluran KUR hi...
Advertisement
Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.