Ignatius Kardinal Suharyo : Gelorakan Terus Pengamalan Pancasila
📅 Sabtu, 07 Sep 2019, 05:00 WIB | Oleh: Tim PenulisJadi kardinal ini khusus memilih dan dipilih menjadi Paus?
Iya, kardinal tidak mempunyai fungsi teritorial. Yang berat itu justru tanggung jawab moral. Seorang kardinal itu nanti waktu pelantikan diberi surat untuk memimpin satu paroki di sana. Itu simbolik ya. Kardinal itu orang-orang di sekitar Paus maka mempunyai gereja di sana. Saya tidak akan tinggal di sana (Vatikan), saya pasti kembali ke sini (Indonesia). Kardinal mendapat peranan menjadi orang-orang di sekeliling Paus.
Tidak ada program kerja khusus dalam menjadi kardinal?
Tidak ada. Mungkin kalau nanti ada rapat-rapat untuk para kardinal, ya diundang. Seorang kardinal kalau dibutuhkan dan dipanggil Paus, harus segera datang. Itu saja, disuruh apa pun, saya belum mengerti.
Biasanya yang lazim itu berapa kali Paus mengundang kardinal?
Saya belum tahu apa-apa mengenai hal itu. Tidak pernah ada cita-cita menjadi kardinal. Jadinya tidak pernah mengerti.
Tantangan Indonesia sekarang bagaimana?
Saya kira kita semua bisa baca di koran, contohnya Koran Jakarta. Aneka macam masalah yang sudah lama dibicarakan, isu mengenai radikalisme dengan segala macam kompleksitasnya. Radikalisme itu bisa ke mana-mana, menggunakan segala macam isu, untuk mengganggu persaudaraan yang disebut Negara Kesatuan Republlik Indonesia (NKRI).
Yang berikutnya adalah kesenjangan. Saya ingin mengatakan kesenjangan sosial itu masih terjadi. Itu dijadikan satu dengan isu radikalisme dan agenda-agenda tersembunyi yang tidak mulia itu bisa mengerikan. Saya berharap masalah di Papua bisa secepatnya diselesaikan. Saya kira pemerintah tidak kurang-kurangnya membuat niat yang baik untuk Papua. Kekerasan tidak akan pernah menjadi jalan yang baik untuk mencapai cita-cita bersama.
Apa yang harus dibuat dalam waktu dekat untuk mengatasi Papua?
Kalau itu, saya tidak tahu. Itu urusan bapak-bapak dan ibu-ibu yang di atas. Yang penting dialog. Kalau di Gereja Katolik itu jelas sekali, Papua itu tanah damai. Di sana ada masalah kesenjangan, sejarah, pendidikan. Pandai-pandailah untuk duduk bersama di dalam dialog.
Belakangan ini intoleransi terus meningkat, bagaimana mengatasinya?
Itu sangat kompleks. Kalau di dalam Gereja Katolik itu yang namanya paham iman teologi itu jelas. Ada ajaran resmi gereja. Kalau di dalam komunitas agama lain saya tidak tahu, tapi rupa-rupanya, tidak ada pemimpin yang seperti Paus. Kalau Paus jelas. Kalau Paus mengatakan begini, orang Gereja Katolik ya ikut. Sempalan-sempalan pasti ada, tetapi tidak akan besar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!