Ignatius Kardinal Suharyo : Gelorakan Terus Pengamalan Pancasila
📅 Sabtu, 07 Sep 2019, 05:00 WIB | Oleh: Tim PenulisYa sehat dengan obat. Terus terang saya tidak tahu, tapi yang pertama itu anugrah Tuhan saya diberi kesehatan. Umur terus bertambah, harus didukung oleh obat. Orang yang berusia tua secara natural organ-organnya terus melemah. Kedua, saya menjaga supaya saya tahu diri. Kalau saya lelah maka saya harus istirahat.
Kalau saya boleh sharing, saya tidak pernah punya cita apa-apa. Sejak saya jadi imam saya sadar betul bahwa hidup saya tidak di tangan saya. Hidup saya tergantung pimpinan saya. Jadi prinsip saya sejak awal yaitu tugas apa pun yang diserahkan kepada saya, saya jalankan sebaik-baiknya. Sesudah itu terserah pemimpin. Saya tidak punya ambisi dan tidak boleh punya.
Tapi masih olahraga sekali-kali?
Kalau ada kesempatan. Kalau saya sedang ada di rumah, sore hari saya olahrga, treadmill.
Tren izin mendirikan rumah ibadah bagaimana?
Tergantung tempatnya. Berbeda-beda, tergantung pimpinan pemerintah. Semua itu hak warga negara, pemerintah memberikan aturan. Nah, kalau aturan itu sudah dipenuhi makanya mestinya pimpinan pemerintahan harusnya setuju. Kalau ada pertimbangan macam-macam, kita tidak tahu pertimbangannya apa.
Ada pesan-pesan untuk warga Katolik di Indonesia?
Saya selalu mengatakan begini, 'Mari kita mengusahakan supaya inspirasi iman Katolik terwujud. Bisa menjadi warga negara yang baik. Negara ini sudah menghadapi banyak masalah yang tidak mudah. Umat Katolik jangan menambah masalah, bukan menjadi bagian dari masalah.

N-3
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!