Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads
-

Transformasi Ekonomi

📅 Rabu, 14 Agu 2019, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Radikal

Dengan alur logika ini, tampaknya kebijakan yang radikal diperlukan untuk mentransformasi ekonomi Indonesia. Mengikuti Rosenstein-Rodan (1943), dorongan yang besar dibutuhkan untuk mengatasi ketertinggalan dengan memanfaatkan jaringan kerja melalui skala kehematan dan cakupan (economies of scale and scope).

Peluang itu bisa diletakkan pada industri pengolahan. Tabel Input-Output menunjukkan indeks daya penyebaran industri pengolahan sebesar 1,09. Artinya, kenaikan permintaan akhir satu persen akan meningkatkan pertumbuhan industri penghasil input penyokongnya sebesar 1,09 persen.

Relatif kuatnya daya dukung industri pengolahan dikonfirmasi dari tingginya indeks daya kepekaan industri pengolahan (1,75). Kenaikan permintaan akhir satu persen akan meningkatkan pertumbuhan industri turunannya sebesar 1,75 persen. Intinya, mekanisme multiplier effect lintas sektoral signifikan menggenjot pertumbuhan ekonomi.

Alhasil, langkah krusial dalam jangka pendek adalah reindustrialisasi. Industri pengolahan harus mampu memberi nilai tambah (value added) pada produk-produk sektor primer. Sejalan dengan itu, hilirisasi subsektor industri manufaktur yang memiliki keterkaitan kuat ke depan (forward linkage) patut dijadikan prioritas.

Lebih lanjut, infrastruktur lunak (soft infrastucture) dan infrastruktur keras (hard infrastucture) perlu dirintis bagi kondisivitas sumber-sumber baru pertumbuhan ekonomi. Ekonomi digital, ekonomi kreatif, dan pariwisata layak dijadikan sebagai icon baru ekonomi Indonesia di masa mendatang.

Ikhtiar di atas masih bisa digapai lewat koordinasi semua pemangku kepentingan. Namun, tantangan terberat transformasi ekonomi Indonesia sejatinya adalah mengangkat "ekonomi bawah tanah" (underground economy) ke permukaan sehingga menjadi ekonomi riil. Potensi ekonomi bawah tanah ini sejatinya cukup besar.

Menurut Medina dan Scheneider (2018), angka ekonomi bayangan (shadow economy) di Indonesia mencapai 26,6 persen terhadap PDB. Alhasil, kemampuan mentransformasi ekonomi bayangan 10 persen saja sudah mampu menaikkan angka pertumbuhan ekonomi nasional ke level 7 persen per tahun.

Pada akhirnya, kunci utama keluar dari stagnasi ekonomi adalah kemauan politik (political will) pemerintah. Tanpa keberanian meramu kebijakan yang radikal, ekonomi mode autopilot tetap teraktivasi. Jika demikian, atribut negara maju yang menandai perayaan satu abad proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia tinggal mimpi belaka. Penulis Doktor Ilmu Ekonomi Alumnus PPs UGM Yogyakarta

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
Advertisement
gaia musik festival
Nasional
Mensesneg: Pemerintah akan ...
Daerah
Polda Jabar Berantas 352 Ka...
Timnas Voli Putri Indonesia Akhiri Perlawanan Sengit Vietnam 3-2, Kini Berada di Puncak Klasemen

Timnas Voli Putri Indonesia Akhiri Perlawanan Sengit Vietnam 3-2, Kini Berada di Puncak Klasemen

08 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.