Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads
-

Kegiatan Pengabdian Masyarakat Mesti Inovatif

📅 Senin, 19 Nov 2018, 05:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kegiatan Pengabdian Masyarakat Mesti Inovatif Doc: ISTIMEWA
Ket. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyara­kat (LPPM) Universitas Riau, Almasdi Syahza.

JAKARTA - Di era revolusi industri 4.0 kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh perguruan tinggi harus berupa penyebaran ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat desa.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Riau, Almasdi Syahza, saat menjadi pembicara pada acara seminar nasional bertajuk "Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat" yang digelar LPPM Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta, di Jakarta, Jumat (16/11).

Ia mengatakan pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu kewajiban tenaga pendidik atau dosen untuk berkontribusi pada bangsa. Kegiatan penelitian dan pengabdian tersebut juga merupakan elemen dari Tri Darma Perguruan Tinggi.

Almasdi mengatakan, sebagai tenaga pengajar, mereka didorong untuk melakukan pengabdian yang bersifat inovatif, berdaya saing, serta mampu memberikan identitas jati diri perguruan tinggi bersangkutan.

Ia mencontohkan, Desa Pulau Banjar Kari, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, yang sudah ada pengembangan desa sehat berbasis terapi herbal melalui aplikasi pertanian alami.

Almasdi menambahkan, pengabdian dalam bentuk penerapan teknologi tepat guna (TTG) perlu dijelaskan kegunaannya dan nilai tambah yang diharapkan. Dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilakukan oleh dosen juga mahasiswa, diharapkan hal tersebut dapat meningkatkan kemitraan dengan desa sesuai visi perguruan tinggi bersangkutan.

Pada hakikatnya, menurut Almasdi, pengabdian masyarakat bertujuan untuk membangun desa yang mandiri dengan berbagai aktivitas, salah satunya adaptasi dan penerapan TTG tadi.

Sementara itu, Reviewer Nasional Pengembangan Pengabdian Masyarakat (PPM) dari Kemristekdikti, Wisnu Nurcahyo, mengatakan kegiatan pengabdian masyarakat di era industri 4.0 harus mampu peningkatan daya saing dan kesejahteraan masyarakat desa.

Wisnu menyebutkan berdasarkan data dari Bank Indonesia (BI) pada 2016, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dapat menopang perekonomian rakyat sebesar 99,9 persen, namun sebanyak 57,9 juta UKM Indonesia baru 9 persen yang menggunakan internet untuk menjual produknya. Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa sebagian besar UMKM belum siap mengimplementasikan teknologi industri 4.0.

"Sebagian UMKM kita masih takut mengimplementasikan industri 4.0, karena takut mengakibatkan kegagalan. Mungkin mereka menilai proses teknologi itu masih sulit diterima," katanya.

Terkait hal itu, Wisnu mengajak perguruan tinggi dengan dosen maupun mahasiswa yang terlibat dalam pengabdian masyarakat dapat berkomitmen meningkatkan kolaborasi. "Kolaborasi antara dunia industri, akademisi dan masyarakat untuk mengidentifikasi permintaan dan ketersediaan skill di era digital," jelasnya. ang/E-3

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
  • Tantangan Sekolah Swasta: Persaingan Semakin Berat
    Preview komentar:
    Lanjudkan tetap setia hadir untuk melayani
Advertisement
gaia musik festival
Luar Negeri
Mossad Pecat Dua Pejabat Se...

Klaim Fundamental Ekonomi Kuat, Membuat Rupiah Apresiasi

23 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Klaim Fundamental Ekonomi K...
Drama Penalti! Persebaya Tumbangkan Persib, Sabet Gelar Juara Piala Presiden 2026

Drama Penalti! Persebaya Tumbangkan Persib, Sabet Gelar Juara Piala Presiden 2026

07 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.