Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tekan Elpiji Impor, BRIN Sebut Teknologi ANG Bisa Hemat Subsidi hingga Rp26 Triliun

📅 Jumat, 07 Agu 2026, 08:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tekan Elpiji Impor, BRIN Sebut Teknologi ANG Bisa Hemat Subsidi hingga Rp26 Triliun Doc: ANTARA
Ket. Kepala BRIN Arif Satria memberikan laporan pelaksanaan saat menggelar hasil riset dan inovasi dari BRIN di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

JAKARTA - Teknologi adsorbed natural gas (ANG) yang dikembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berpotensi menghemat beban subsidi LPG hingga sekitar Rp26 triliun per tahun.

"Berdasarkan perhitungan awal, teknologi ini mampu berpotensi menghemat hingga sekitar Rp26 triliun per tahun terhadap beban subsidi LPG," ujar Kepala BRIN Arief Satria  dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto bersama 150 peneliti BRIN di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8).

Usai pertemuan, Arif memaparkan teknologi ANG merupakan salah satu inovasi strategis BRIN di bidang energi yang dikembangkan melalui kerja sama sister lab dengan peraih Nobel Kimia 2025 Susumu Kitagawa.

Inovasi tersebut memungkinkan gas alam terkompresi (compressed natural gas/CNG) memiliki kapasitas penyimpanan yang lebih besar dibandingkan teknologi konvensional.

"Jadi, CNG sebagai gas alam Indonesia ini sangat melimpah, namun pada saat yang sama kita tergantung pada LPG. Selama ini, impor LPG sangat besar," kata Arif.

Menurut dia, dengan teknologi ANG, tabung gas berukuran setara LPG 3 kilogram dapat digunakan lebih lama karena memiliki daya simpan gas yang lebih besar.

"Dengan metal organic framework, kita bisa sekarang ini menghasilkan satu terobosan penting yaitu bagaimana menghasilkan ANG, adsorbed natural gas ya, dari CNG dengan tekanan 30 bar dan kemudian memiliki daya simpan volume yang lebih besar," kata Arif.

Ia melanjutkan "kalau orang saat ini menggunakan LPG misalnya 3 kilogram menghasilkan waktu 10 hari, sekarang dengan teknologi baru bisa 15 hari, satu setengah kali. Nah sekarang riset terus kita lakukan agar bisa dua kali lipat. Kalau ini diterapkan maka bisa menghemat Rp26 triliun per tahun terkait dengan energi ini."

Arif mengatakan Presiden Prabowo juga meminta agar implementasi teknologi ANG dapat dipercepat. Menurut dia, teknologi tersebut tidak hanya berpotensi menghemat devisa akibat impor LPG, tetapi juga meningkatkan ketahanan energi nasional dengan memanfaatkan cadangan gas alam domestik yang melimpah.

"Pak Presiden sangat berpesan kalau bisa dipercepat untuk implementasi pemanfaatan ANG dengan teknologi baru ini. Karena ini satu hemat devisa, tapi yang kedua lebih penting lagi adalah memiliki simpanan gas yang lebih besar untuk ukuran yang sama," katanya.

Saat ini, pengembangan masih berada pada tahap uji coba. Arif menargetkan uji coba dapat rampung pada 2026 sehingga teknologi tersebut dapat mulai diperkenalkan pada 2027 sebagai salah satu alternatif pengganti penggunaan LPG impor.

"Yang jelas di kami ini kami sedang uji coba ya yang tahun 2026 uji coba, moga-moga 2027 bisa kita rilis," ucap Arif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
  • Tantangan Sekolah Swasta: Persaingan Semakin Berat
    Preview komentar:
    Lanjudkan tetap setia hadir untuk melayani
Advertisement
gaia musik festival
Olahraga
James Trafford, Kiper Terma...
Drama Penalti! Persebaya Tumbangkan Persib, Sabet Gelar Juara Piala Presiden 2026

Drama Penalti! Persebaya Tumbangkan Persib, Sabet Gelar Juara Piala Presiden 2026

07 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.