Panorama Dasar Samudra dalam Bingkai Seni Rajut
📅 Rabu, 08 Agu 2018, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis"Aku juga kaget banyak yang datang, media juga nyebut aku seniman pria yang merajut dan jadi hal langka," lanjut Mulyana.
Lewat karya-karyanya yang terinspirasi dari dunia bawah laut, Mulyana kian menebarkan virus bahagianya teknik rajutan. Merajut pula bisa menjadi media penyembuhan.
Apa yang dibayangkan tentang dunia bawah laut yang ada jauh di bawah permukaan tanah? Biota laut yang eksotik, terumbu karang nan indah, atau hal-hal tersebut yang masih menjadi misteri?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut dilontarkan Mulyana. Lewat karya seni instalasi, alumnus Pondok Pesantren Gontor itu menampilkan segala hal yang terjadi di bawah laut.
Ada terumbu karang yang cerah dan tampak warna-warni, ada yang berwarna abu. Ada ikan-ikan berwarna kuning yang digantung hingga ke langit-langit. Di sisi lainnya, tulang belulang ikan paus tampak mati.

Menurut Mulyana, dunia bawah laut menjadi sebuah misteri. Keanehan dan keajaiban yang ada di bawah laut menjadi sumber inspirasinya dalam berkarya. Ia pun menghadirkan figur gurita yang menyerupai monster tapi hadir dengan aneka warna. Karakter tersebut dikenal sebagai The Mogus.
Karya seni instalasi Sea Remembers setinggi 9 meter dengan lebar 12 meter itu memukau pengunjung TMMH saat pembukaan dan akhir pekan pertama penyelenggaraan. Di bagian awal, pengunjung mendapati karya tersebut dan bebas memotretnya. Mulyana menceritakan sebenarnya ia menggarap karya yang terbuat dari rajutan itu selama 5 bulan lamanya.
"Ini 5 bulan tapi dibantu oleh 70 orang mengerjakan. Aku harus buat pattern, modul-modul kecil, dan banyak dibantu oleh komunitas rajut," katanya.
Kerja borongan tersebut dinilai oleh Mulyana mampu mendatangkan berkah. Menurutnya, sebagai seorang commissioned artist yang didukung oleh Yayasan Museum MACAN di pasar seni terbesar se-Asia tersebut, komunitas rajut yang membantunya juga dibayar.
"Memang aku mencari barakah fii jamaah. Ada yang dibayar per-gulung, ada juga yang per-hari. Beda-beda tergantung tingkat kesulitannya," tambahnya.
Sebelumnya, Mulyana telah menghadirkan figur-figur lain dari dunia bawah laut lewat pameran tunggal bejudul Mogus World di Bandung (2012). Lalu dikembangkan lagi di karya selanjutnya yang berjudul Imaginarium: Over the Ocean Under the Sea yang dipajang di Singapore Art Museum pada 2016.
Semangat Elastisitas Manusia
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!