Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads
-

Ketika Perempuan Memilih Investasi

📅 Sabtu, 07 Jul 2018, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ketika Perempuan Memilih Investasi Doc: Istimewa

"Big thanks to Kartini", mungkin bahasa yang tepat untuk diucapkan perempuan zaman now. Kartini menjadi tonggak perjuangan emansipasi perempuan Indonesia di bawah kependudukan kolonial Belanda kala itu.

Lebih dari seabad berselang, kini tidak sedikit perempuan yang mampu menempati posisi strategis di berbagai perusahaan dan menandingi posisi para lelaki. Survei yang dilakukan Grant Thornton bahkan menunjukkan perempuan Indonesia termasuk urutan 10 besar di dunia untuk posisi manajer perusahaan.

Angka perempuan bekerja di Indonesia tiap tahun menunjukkan peningkatan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2017 menunjukkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pekerja perempuan meningkat sebesar 2,33 menjadi 55,04 persen dari sebelumnya, 52,71 persen. Selain dapat mendorong kualitas hidup dan produktivitas, mereka juga mampu menjadi independen secara finansial melalui penghasilan pribadinya.

Lalu bagaimana dengan perempuan yang memilih menjadi ibu rumah tangga (IRT)? Fakta mengatakan lebih dari 50 persen keuangan rumah tangga di Indonesia dipegang atau bahkan dikelola istri. Dalam hal ini, perempuan yang menjadi IRT mengemban posisi sebagai manajer keuangan keluarga yang dituntut pintar dalam mengelola dan memaksimalkan pendapatan yang terkumpul setiap bulannya.

Tentunya bagi perempuan yang menjadi IRT, mempunyai kesempatan sama untuk meraih independen finansial. Terlebih mereka ini sudah terbiasa mengelola keuangan keluarga dari mulai membagi budget kebutuhan pokok, anak sekolah, hingga menyisikan budget untuk diinvestasikan.

Berdasarkan statistik, usia harapan hidup perempuan lebih panjang dibandingkan dengan laki-laki. Data BPS menyatakan, pada 2010-2014 angka harapan hidup (AHH) laki-laki 68 tahun. Sementara, AHH perempuan 72 tahun. Di tahun berikutnya, baik laki-laki maupun perempuan memiliki tambahan satu tahun harapan hidup. Namun, hasil akhir tetap menunjukkan perempuan hidup lebih lama. Dengan angka ini,berarti perempuan harus siap untuk bertahan hidup setidaknya 4 tahun tanpa penghasilan dari suami.

Sebetulnya, banyak cara yang dapat dilakukan perempuan baik pekerja ataupun IRT untuk meraih independensi finansial. Salah satunya dengan membuat perencanaan investasi. Investasi akan memberikan aset bagi perempuan untuk mandiri, bahkan memungkinkan mereka untuk bertahan hidup di kondisi-kondisi sulit dan tak terduga seperti sakit dan kehilangan pasangan yang selama ini menjadi tumpuan hidup.

Naluri Alamiah Keibuan

Sebelum teknologi hadir dengan agresifnya seperti saat ini, investasi masih menjadi momok asing bagi sebagian perempuan karena dianggap sebagai sesuatu yang rumit. Bahkan perempuan masih banyak yang kurang menyadari pentingnya investasi. Namun beruntunglah kita, karena nampaknya teknologi menjadi salah satu dari solusi terbatasnya akses informasi perempuan terhadap investasi. Melalui teknologi, perempuan Indonesia diajak semakin pintar mengenal investasi secara lebih cermat, semudah menggerakkan ibu jari.

Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat dalam empat tahun terakhir, pertumbuhan jumlah investor perempuan mencapai 965 persen, di mana pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan investor laki-laki. Sementara pertumbuhan jumlah investor laki-laki dalam empat tahun terakhir hanya 71 persen menjadi 629.115 investor. Saat ini, total investor perempuan di pasar modal mencapai sekitar 476.772 orang.

FX Iwan

"Tingginya angka kenaikan jumlah investor perempuan saat ini menunjukkan sinyal positif bagi perkembangan investasi di kalangan perempuan dan potensi untuk semakin meningkat cukup besar. Banyak studi menunjukkan sesungguhnya perempuan lebih pintar dalam berinvestasi ketimbang laki-laki. Hal ini didukung beberapa sifat alamiah yang dimiliki perempuan when it comes to investment, seperti sifat keibuan yang ternyata memberikan pengaruh terhadap perilaku investasi perempuan," ujar FX Iwan, Independent Wealth Management Advisor.

Iwan menyarankan para pemain wealth management di Indonesia untuk lebih mendalami psikologi perempuan dalam memberikan saran akan produk-produk investasi terbaik bagi mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...
Rona
5 Fitur Spotify yang Belum ...
Advertisement
Karhutla Sampai Jakarta, Lapangan Sepak Bola di Pancoran Kebakaran

Karhutla Sampai Jakarta, Lapangan Sepak Bola di Pancoran Kebakaran

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.