Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads
-

Membangun Perikanan Budi Daya

📅 Rabu, 17 Jan 2018, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Padahal kebutuhan ikan dan produk turunan terus meningkat karena pertambahan penduduk dan kesadaran keunggulan gizi ikan. Maka, perikanan budi daya dapat menjadi tumpuan dalam menjawab tantangan tersebut. Terkait janji Presiden Jokowi, perikanan budi daya dibebankan produksi 33 juta ton tahun 2019.

Potensi perikanan budi daya belum sepenuhnya termanfaatkan. Indonesia memiliki garis pantai terpanjang keempat dunia, lebih dari 95.181 kilometer. Ini bisa dimanfaatkan untuk pengembangan budi daya perikanan di perairan laut dan payau. Contoh usaha budi daya udang vannamei. Untuk 100.000 hektare tambak udang intensif (3,5 persen dari total potensi luas tambak nasional) dengan produktivitas rata-rata 40 ton/ha/tahun, akan diproduksi 40 juta ton udang/tahun.

Dengan harga udang onfarm rata-rata lima dollar AS/ kg, dapat menghasilkan 20 miliar dollar AS /tahun. Bila diekspor setengah saja, akan ada devisa 10 miliar dollar AS /tahun. Sedang ekspor produk perikanan tahun lalu "hanya" 3,5 miliar dollar AS. Kemudian terkait penyerapan tenaga kerja, jika rata-rata satu ha tambak membutuhkan empat tenaga kerja, maka 100.000 ha tambak menampung 400.000 orang. Ini belum lagi tenaga kerja pada industri hulu dan hilir seperti pembenihan (hatchery), pengolahan udang, serta industri penunjang seperti pakan, probiotik, es batu, dan sebagainya.

Kini saatnya pemerintah mendorong sektor kelautan dan perikanan, khususnya perikanan budi daya sebagai penggerak perekonomian. Ini perlu ditunjang penciptaan iklim investasi yang kondusif, penyederhanaan perizinan, serta insentif permodalan. Dengan demikian, industri perikanan dapat tumbuh, menyejahterakan, dan berkontribusi signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Penulis Pegiat Forum Kajian Perikanan

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Olahraga
Alcaraz Berpeluang Jumpa Va...

Kabut Asap Karhutla Masih Selimuti Palangka Raya

55 menit yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kabut Asap Karhutla Masih S...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.