Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

68% Air Tertampung! Ini Cara PU Lewat Bendungan Tapin Hadapi Kekeringan di Kalsel

📅 Minggu, 09 Agu 2026, 10:47 WIB | Oleh: Tim Redaksi
68% Air Tertampung! Ini Cara PU Lewat Bendungan Tapin Hadapi Kekeringan di Kalsel Doc: istimewa
Ket. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) optimalkan peran Bendungan Tapin di Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan

JAKARTA– Kementerian Pekerjaan Umum (PU) optimalkan peran Bendungan Tapin di Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan dalam mengatur pemanfaatan air agar kebutuhan masyarakat, sektor pertanian, dan lingkungan tetap terpenuhi secara optimal saat musim kemarau.

Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi Menteri PU Dody Hanggodo untuk mendukung target Swasembada Pangan dalam menghadapi ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino dengan menjaga ketersediaan air irigasi. 

"Kementerian PU terus mengoptimalkan operasi bendungan dan infrastruktur sumber daya air agar kebutuhan air baku, irigasi, dan pengendalian banjir tetap terjaga. Dengan pengelolaan yang optimal, kami memastikan pasokan air bagi masyarakat tetap aman dan berkelanjutan," kata Menteri Dody. 

Secara teknis, Bendungan Tapin yang dikelola oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III ini berperan sebagai infrastruktur penyangga utama dalam menanggulangi deviasi iklim ekstrim akibat fenomena El Niño di wilayah Kalimantan Selatan. Saat ini volume tampungan tercatat sebesar 35.957.287 (m³)/ 68.12% dari kapasitas Tampungan Muka Air Normal. 

5 Peran Strategis Bendungan Tapin

Dalam menghadapi puncak musim kemarau dan fenomena El Nino, Bendungan Tapin memiliki lima peran yang strategis. Pertama, optimasi pola operasi waduk (maximum storage retention). Pengelola waduk pada Bendungan Tapin menerapkan pola operasi dengan mempertahankan ketersediaan air sesuai Rencana Tahunan Operasi Waduk atau menjaga elevasi muka pada batas operasi normal.

Kedua, menjaga kontinuitas air baku dan aliran sungai. Dengan suplai konstan pada Potensi Air Baku sebesar 500 L/s, bendungan menjaga pasokan air baku dan mempertahankan debit pemeliharaan sungai. Ketiga, pemantauan hidrologi presisi berbasis real-time data. Operasi pengeluaran air (outflow release) disesuaikan secara dinamis dengan memperhitungkan inflow dari hulu serta pemodelan cuaca dari BMKG dan BRIN. 

Keempat, penyesuaian pemanfaatan di hilir dengan memprioritaskan terlebih dahulu sesuai urutan prioritas pemenuhan/pemanfaatan air seperti mendahulukan untuk kebutuhan air baku baru kemudian untuk irigasi, kebutuhan industri, energi listrik dan pariwisata. Kelima, mitigasi dampak sekunder (penurunan risiko karhutla). Rilis air teratur ke alur sungai dan saluran irigasi membantu memperkecil penurunan tinggi muka air tanah (water table) di wilayah sekitarnya.

Optimalisasi Bendungan Tapin ini selaras dengan Visi PU 608, melalui infrastruktur yang tepat sasaran dan memberikan nilai tambah bagi sektor-sektor produktif, sehingga mampu menghasilkan dampak ekonomi yang lebih besar, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Daerah
Apakah Kerajaan Sriwijaya M...
Advertisement
WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

26 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.