Utang Pemerintah secara Global Diperkirakan Capai US$71,6 Triliun
📅 Kamis, 07 Apr 2022, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: ISTIMEWA
LONDON - Total utang negara-negara di seluruh dunia akan menyentuh rekor tahun ini, naik 9,5 persen menjadi 71,6 triliun dollar AS, didorong oleh peningkatan utang Amerika Serikat (AS), Jepang, dan Tiongkok. Perusahaan manajemen aset, Janus Henderson, dalam sebuah laporan pada Rabu (6/4) menyatakan pemerintah di seluruh dunia telah meningkatkan pinjaman sejak pandemi Covid-19 merebak dua tahun lalu untuk melindungi ekonomi mereka dari kejatuhan.
Hal itu membuat utang pemerintah secara global mencapai rekor 65,4 triliun dollar AS pada 2021 atau naik 13,2 triliun dollar AS dibandingkan posisi Januari 2020 sebesar 52,2 triliun dollar AS. Utang Tiongkok tercatat mengalami kenaikan paling cepat dan terbesar dalam bentuk tunai, naik seperlima atau 650 miliar dollar AS pada tahun lalu.
Di antara ekonomi besar dan maju, Jerman mengalami peningkatan utang terbesar dalam persentase yakni 15 persen, hampir dua kali lipat kecepatan rata-rata global.
Menurut Janus, utang pemerintah telah meningkat tiga kali lipat dalam dua dekade terakhir, tetapi faktor yang meringankan adalah biaya pembayaran utang yang rendah.
Dengan tingkat bunga efektif pada semua utang pemerintah dunia turun menjadi 1,6 persen tahun lalu dari 1,8 persen pada 2020, biaya pembayaran utang turun menjadi 1,01 triliun dollar AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemulihan ekonomi global yang kuat juga membuat rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) global membaik menjadi 80,7 persen pada 2021 dari 87,5 persen pada pada 2020.
Namun sekarang, biaya utang dapat meningkat tajam, perkiraan perusahaan manajemen aset, memperkirakan beban bunga global meningkat hampir 15 persen dengan basis mata uang konstan menjadi 1,16 triliun dollar AS pada tahun 2022.
"Dampak terbesar akan dirasakan di Inggris berkat kenaikan suku bunga, dampak inflasi yang lebih tinggi pada sejumlah besar utang terkait indeks Inggris, dan biaya untuk menghentikan program pelonggaran kuantitatif (QE),"sebut laporan itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Ketika suku bunga naik, ada biaya fiskal yang signifikan terkait dengan pelonggaran QE. Bank-bank sentral akan mengkristalkan kerugian pada kepemilikan obligasi mereka yang harus dibayar oleh pembayar pajak,".
Bank sentral Inggris (BoE) telah menaikkan suku bunga tiga kali sejak Desember menjadi 0,75 persen. Pasar keuangan memperkirakan suku bunga mencapai 2,0 persen pada akhir tahun ini. Dengan lonjakan inflasi, investor mengantisipasi suku bunga yang lebih tinggi dari bank-bank sentral utama, imbal hasil obligasi pemerintah juga meningkat tajam. Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun, misalnya, naik hampir 100 basis poin tahun ini menjadi 2,45 persen.
Laporan Janus Henderson mengatakan pasar obligasi pemerintah global memberikan pengembalian total -1,9 persen pada 2021, keempat kalinya dalam 35 tahun mengalami penurunan.
Harga Minyak
Pakar Ekonomi Universitas Katolik Atmajaya Jakarta, Yohanes B Suhartoko, mengatakan kenaikan utang pemerintah global, menunjukkan ada peningkatan sisi permintaan dana global yang meningkat.
"Dampaknya adalah adanya potensi peningkatan suku bunga obligasi maupun utang government to government," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!