Sydney Morning Herald: Pedagang Buah Jadi Pahlawan dengan Berani Melucuti Senjata Teroris
📅 Senin, 15 Des 2025, 09:55 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
SYDNEY – Media top Australia, Sydney Morning Herald, melaporkan bahwa seorang penjual buah, Ahmed el Ahmed, di Sydney telah menjadi pahlawan. Dia ditembak setelah dengan berani melucuti senjata salah satu teroris di Pantai Bondi, Sydney. Saat ini dilaporkan "kondisinya membaik" dan dirawat di rumah sakit.
Ahmed el-Ahmed dipuji sebagai pahlawan setelah menerjang salah satu dari dua pria bersenjata yang melepaskan tembakan di sebuah acara Yahudi pada hari Minggu malam, menangkapnya dari belakang dan merebut senjata api pria tersebut. Pria berusia 42 tahun itu ditembak dua kali dalam kejadian tersebut.
Ia masih dirawat di rumah sakit Sydney pada hari Senin di mana dia "dalam pengawasan dan kondisinya membaik," kata pendonor darah Nancy Sharma, yang berbicara dengan saudara laki-laki Ahmed.
Sebelumnya, diketahui, insiden penembakan terjadi pada hari Minggu (14/12), ketika beberapa pria bersenjata melepaskan tembakan ke arah warga di Pantai Bondi. Kepolisian NSW melaporkan 16 orang tewas dan 40 lainnya terluka. “Para pelaku adalah seorang pria berusia 50 tahun dan seorang pria berusia 24 tahun, yang merupakan ayah dan anak. Pria berusia 50 tahun telah meninggal dunia, sementara pria berusia 24 tahun saat ini dirawat di rumah sakit,” kata Komisaris Kepolisian NSW Mel Lanyon dalam konferensi pers.
Lanyon menambahkan bahwa berdasarkan polisi, hanya dua orang yang terlibat dalam serangan tersebut. Adapun penyiar publik Israel, Kan, menyebutkan bahwa penembakan terjadi saat upacara penyalaan lilin Hanukkah yang dihadiri banyak anggota komunitas Yahudi setempat. Sementara itu, ABC Australia melaporkan bahwa sebuah alat peledak rakitan ditemukan di lokasi kejadian.
Sebaiknya Anda baca juga:
16 Tewas Ditembak
Korban tewas setelah penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, Australia bertambah menjadi sedikitnya 16 orang dan 40 lainnya masih dirawat di rumah, kata Kepolisian New South Wales (NSW) pada Minggu (14/12).
Informasi lebih lanjut akan segera disampaikan,” kata polisi dalam pernyataan di platform media sosial X. Komisioner Kepolisian NSW Mal Lanyon secara resmi menyatakan penembakan massal tersebut sebagai insiden terorisme. Sementara itu, Perdana Menteri NSW Chris Minns mengatakan insiden itu dirancang untuk menargetkan komunitas Yahudi. Polisi NSW, melalui pernyataan resminya, mengonfirmasi bahwa seorang pria yang diyakini sebagai salah satu pelaku penembakan termasuk di antara korban tewas. Sementara itu, terduga pelaku kedua berada dalam kondisi kritis.
Dua petugas polisi termasuk di antara mereka yang mengalami luka-luka dalam insiden tersebut. Polisi juga menyatakan bahwa sejumlah barang mencurigakan yang ditemukan di sekitar lokasi sedang diperiksa oleh petugas spesialis, dan zona larangan masuk telah diberlakukan. “Lokasi kejadian perkara yang luas telah ditetapkan, dan penyelidikan kini sedang berlangsung. Tidak ada laporan mengenai insiden lain di Sydney yang terkait dengan kejadian ini,” tambah pernyataan Kepolisian NSW. sebanyak 27 korban luka masih dirawat di rumah sakit.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!