SPMB Perbesar Peluang Murid Tak Mampu Masuk Sekolah Pilihan
📅 Jumat, 08 Mei 2026, 03:15 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengatakan murid dari keluarga tidak mampu memiliki peluang 90 persen untuk masuk sekolah yang diinginkan melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen Gogot Suharwoto mengatakan pihaknya memiliki keberpihakan yang kuat terhadap peserta didik dari keluarga tidak mampu agar dapat melanjutkan pendidikan melalui SPMB.
“Ini merupakan perubahan dari sistem SPMB untuk orang tidak mampu. Kami punya keberpihakan yang kuat terhadap peserta didik dari keluarga yang tidak mampu,” kata Gogot dalam kegiatan Ngopi Bareng Dirjen PAUD Dikdas PNFI di Jakarta Pusat pada Kamis (7/5).
Untuk jenjang pendidikan SMA misalnya, ia menjelaskan peserta didik jenjang pendidikan SMP yang tidak mampu dapat melanjutkan pendidikan melalui jalur afirmasi SPMB dengan kuota minimal 30 persen.
Selanjutnya apabila murid tidak mampu itu tinggal dekat dengan lokasi sekolah, ia mengatakan murid tersebut dapat melanjutkan pendidikan SMA melalui jalur domisili dengan kuota minimal 30 persen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Adapun bila murid dari kategori tidak mampu memiliki prestasi, Gogot menambahkan murid tersebut dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan SMA melalui jalur prestasi yang memiliki kuota minimal 30 persen.
“Sebenarnya kalau mau menganalisa lebih dalam, murid dari keluarga yang tidak mampu, dia dapat privilege di jalur afirmasi 30 persen. Dia kurang mampu, tapi dekat dengan sekolah, dia dapat privilege jalur domisili. Dia tidak mampu, tapi berprestasi ya dia dapat privilege jalur prestasi. Jadi peserta didik dari keluarga tidak mampu itu justru punya 90 persen kesempatan untuk masuk di sekolah yang diinginkan,” kata Gogot.
Sejauh ini, ia mengatakan pihaknya mencatat sebanyak 9,4 juta murid akan mengikuti SPMB mulai dari jenjang pendidikan SD, SMP hingga SMA/SMK.
Sebaiknya Anda baca juga:
Adapun terkait jadwal pelaksanaan SPMB, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah.
Pihaknya menyarankan pengumuman pendaftaran SPMB minimal minggu pertama bulan Mei, yang dilanjutkan dengan rangkaian pendaftaran, seleksi, pengumuman penetapan murid baru, hingga daftar ulang pada bulan Juni dan Juli dengan memperhatikan kalender pendidikan tahun ajaran baru 2026/2027.
Bobot TKA
Gatot juga mengungkapkan pembobotan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dalam jalur prestasi SPMB berbeda-beda mengikuti aturan dalam petunjuk teknis (juknis) yang disusun oleh masing-masing pemerintah daerah (Pemda).
Pihaknya menyerahkan sepenuhnya pemanfaatan TKA kepada pemda melalui Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2026 tentang SPMB dan Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025 tentang TKA.“Ya bahasa kami itu pemerintah daerah dapat menggunakan hasil tes terstandar dalam melakukan seleksi melalui jalur prestasi,” kata Gogot.
Adapun TKA, kata dia, merupakan salah satu tes yang diselenggarakan oleh Pemerintah Pusat yang terstandar, objektif, dan kredibel, guna mengukur capaian akademik murid pada jenjang pendidikan dasar maupun menengah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!