Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rasakan Madu Badui agar Sekaligus Memperoleh Nutrisi dan Membantu Ekonomi Warga

📅 Selasa, 25 Nov 2025, 01:30 WIB | Oleh:
Rasakan Madu Badui agar Sekaligus Memperoleh Nutrisi dan Membantu Ekonomi Warga Doc: ist
Ket. madu badui

LEBAK – Konsumsi madu untuk memperkuat stamina dan memperoleh nutrisi bagus. Salah satu madu dihasilkan warga Badui. Budi daya lebah di kawasan hutan Badui pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten menghasilkan produksi madu sebagai sumber pendapatan ekonomi masyarakat adat setempat. "Pengembangan budidaya lebah madu di Badui itu sudah berlangsung lama sebagai sumber penghasilan ekonomi," kata Sekretaris Desa Kanekes Kabupaten Lebak Medi di Lebak, Senin.

Produksi madu lebah dari Badui tersebut dipasarkan ke sejumlah daerah di wilayah Banten, Jakarta dan Jawa Barat. Mereka ratusan warga Badui Luar berjualan keliling diperbolehkan naik angkutan kendaraan, namun sebaliknya bagi Badui Dalam ke mana pun berjalan kaki. Repan (16) salah satu korban kejahatan pembegalan di kawasan Rawasari Cempaka Putih Jakarta Pusat merupakan warga Badui Dalam dan korban menempuh perjalanan dari pedalaman perkampungan Badui ke Jakarta berjalan kaki dengan waktu selama tiga hari.

Produksi budidaya madu lebah itu diambil cairan berwarna coklat dan dimasukkan ke dalam botol serta harga madu untuk satuan dijual Rp150 ribu per botol. Selama ini, kata dia, produksi madu lebah masih menjadi andalan ekonomi masyarakat Badui. "Para pedagang madu itu masyarakat Badui setiap hari menjual ke luar daerah," katanya.

Sarmin (40) dan Santa (55) warga Badui Luar mengatakan, memasarkan madu hutan ke Balaraja, Tangerang, karena banyak pelangganya para pedagang jamu juga masyarakat. Mereka memasarkan madu hutan masing-masing membawa sebanyak 30 botol dan jika habis bisa menghasilkan Rp4,5 juta.

Dari pendapatan sebesar Rp4,5 juta bisa meraup keuntungan bersih Rp1,5 juta setelah dipotong modal Rp3 juta. "Kami merasa terbantu ekonomi keluarga dari hasil berdagang madu itu," katanya. Menurut dia, selama memasarkan madu hutan banyak pelanggan, karena madu yang dijual dirasakan bisa menyembuhkan berbagai penyakit di antaranya asam urat, kolesterol, rematik, kurang darah, dan batu ginjal.

Pelanggannya berasal dari berbagai kalangan mulai dari masyarakat umum, sopir , pejabat, pedagang jamu hingga pengusaha. "Kami setiap tiga hari ke Balaraja berjualan madu hutan belum pernah tidak habis sebanyak 30 botol," katanya. Pedagang madu lainnya, Sarmudin (50), warga Badui mengaku dirinya sudah empat tahun berjualan madu ke Jakarta dengan menggunakan angkutan commuter line.

Selama ini, permintaan madu hutan cukup tinggi, bahkan bisa menjual sebanyak 30 botol per pekan. "Kami berjualan keliling di Jakarta dengan jalan kaki bisa menghasilkan pendapatan Rp4,5 juta per pekan dengan harga Rp150 ribu per botol," katanya pula. Ia mengatakan, saat ini produksi madu hutan tidak menentu, karena produksinya hanya bergantung pada lebah odeng yang berkembang biak di pohon-pohon besar di Gunung Kendeng, kawasan tanah hak ulayat Badui.

Produksi madu dilakukan dengan cara tradisional dan madu diambil dari sarang untuk dikeluarkan madunya. "Kami dalam satu sarang odeng itu bisa mendapatkan tiga sampai empat botol madu," katanya. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak Imam Suangsa mengatakan, pihaknya mendorong usaha budidaya lebah yang dikembangkan masyarakat Badui dengan produksi madu hutan dapat mendongkrak pendapatan ekonomi keluarga.

Pemerintah daerah mengapresiasi jiwa kewirausahaan para pedagang madu yang dilakukan masyarakat Badui berjalan kaki hingga puluhan kilometer. "Kami berharap usaha kerajinan madu hutan bisa menjadi andalan ekonomi masyarakat Badui," katanya lagi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.