Pentagon: 'Balon Mata-mata' Kedua Tiongkok Terpantau di Atas Amerika Latin
📅 Minggu, 05 Feb 2023, 09:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: VOA/AP/The Billings Gazette
JAKARTA - Pentagon pada Jumat (3/2) mengatakan sebuah balon mata-mata Tiongkok terpantau di atas wilayah udara Amerika Latin, sehari setelah balon serupa terlihat di langit Amerika Serikat (AS). Hal tersebut telah mendorong pembatalan lawatan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken ke Beijing.
Pentagon mengatakan balon pertama saat ini sedang terbang mengarah ke timur di atas Amerika Serikat bagian tengah. Departemen Pertahanan AS mengatakan balon itu tidak ditembak jatuh karena alasan keamanan.
Dilansir VOA, juru bicara Pentagon Pat Ryder, Jumat (3/2) malam, mengatakan: "Kami melihat laporan tentang sebuah balon yang transit di Amerika Latin."
"Kami saat ini menilai balon itu adalah balon pengintai Tiongkok lainnya," tambahnya, tanpa menyebutkan lokasi persisnya.
Beberapa saat sebelum keputusan Blinken membatalkan perjalanannya ke Bejing, Tiongkok mengeluarkan pernyataan penyesalan atas terjadinya insiden balon pertama.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, pemerintahan Presiden Joe Biden menggambarkannya sebagai "balon pengawasan" yang dapat bermanuver.
Dalam pembicaraan melalui telepon dengan pejabat senior Tiongkok Wang Yi, Biden "menjelaskan kehadiran balon pengintai ini di wilayah udara AS jelas pelanggaran terhadap kedaulatan AS dan hukum internasional. Tindakan itu tidak bertanggung jawab."
Namun, Blinken memberi tahu Wang, "Amerika Serikat berkomitmen untuk hubungan diplomatik dengan Tiongkok dan bahwa saya berencana untuk mengunjungi Beijing ketika kondisinya memungkinkan."
Sebaiknya Anda baca juga:
"Langkah pertama adalah mengeluarkan aset pengawasan dari wilayah udara kami. Itulah yang kami fokuskan," kata Blinken kepada wartawan.
Menurut kantor berita negara Tiongkok Xinhua, Wang mengatakan, keduanya membahas insiden itu "dengan tenang dan profesional."
Blinken akan menjadi diplomat tinggi AS pertama yang akan mengunjungi Tiongkok sejak Oktober 2018. Lawatan tersebut menandakan mencairnya ketegangan antara dua negara menyusul gesekan intens di bawah mantan presiden Donald Trump.
Bulan lalu, Blinken mengatakan akan menggunakan perjalanan itu untuk membantu membangun "pagar" untuk mencegah hubungan menjadi konflik habis-habisan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!