Penembakan di Pantai Bondi Sydney Tewaskan 10 Orang, Festival Hanukkah Jadi Sasaran
📅 Minggu, 14 Des 2025, 18:15 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Reuters
JAKARTA - Sedikitnya 10 orang dipastikan tewas dalam insiden penembakan massal yang terjadi di Pantai Bondi, Sydney, Australia, pada 14 Desember 2025. Korban tewas termasuk salah satu dari dua tersangka pelaku penembakan yang terlibat dalam kejadian tersebut.
Kepolisian New South Wales menyatakan satu pelaku meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara pelaku lainnya berada dalam kondisi kritis. Kedua pelaku sebelumnya telah diamankan oleh aparat keamanan.
Selain korban meninggal, polisi mencatat sedikitnya 11 orang mengalami luka-luka akibat insiden tersebut. Dua dari korban luka diketahui merupakan anggota kepolisian yang bertugas mengamankan lokasi.
Layanan Ambulans New South Wales mengonfirmasi telah mengevakuasi 13 orang ke sejumlah rumah sakit di Sydney. Tim medis juga memberikan pertolongan pertama kepada beberapa korban di lokasi penembakan.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyebut insiden tersebut sebagai peristiwa yang mengejutkan dan menyedihkan. Ia menegaskan petugas tanggap darurat langsung diterjunkan untuk menyelamatkan korban dan mengamankan area.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Insiden ini sangat mengejutkan dan menyedihkan. Petugas darurat berada di lapangan dan berupaya menyelamatkan nyawa," ujar Albanese.
Media lokal Sydney Morning Herald melaporkan penembakan terjadi sesaat setelah pukul 18.30 waktu setempat. Saat itu, ratusan orang tengah berkumpul di Pantai Bondi untuk menghadiri sebuah festival Yahudi.
Rekaman televisi yang ditayangkan Sky News dan ABC memperlihatkan sejumlah korban tergeletak di tanah. Aparat kepolisian dan tenaga medis terlihat berupaya memberikan pertolongan di tengah situasi darurat.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Saya melihat setidaknya 10 orang tergeletak di tanah dan darah di mana-mana," kata Harry Wilson, seorang saksi mata berusia 30 tahun. Ia menyebut suasana berubah kacau dalam hitungan detik.
Presiden Israel Isaac Herzog menyatakan bahwa warga Yahudi yang tengah menyalakan lilin pertama perayaan Hanukkah telah menjadi sasaran serangan teror. Ia menyebut penembakan tersebut sebagai aksi teroris yang keji.
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar juga menyampaikan keterkejutannya atas insiden itu. Ia menilai penembakan tersebut merupakan dampak dari meningkatnya aksi anti-Semit di Australia dalam beberapa tahun terakhir.
"Ini adalah hasil dari aksi anti-Semit yang merajalela di jalanan Australia selama dua tahun terakhir," ujar Gideon Saar. Ia menyoroti seruan provokatif yang kini berujung pada kekerasan nyata.
Alex Ryvchin, salah satu pimpinan Dewan Eksekutif Yahudi Australia, mengatakan acara tersebut merupakan perayaan komunitas yang damai. Menurutnya, serangan ini berada di luar bayangan komunitas Yahudi setempat.
"Ini adalah komunitas Yahudi dalam kondisi terbaiknya, berkumpul untuk merayakan momen bahagia," katanya. Ia menambahkan bahwa penasihat medianya turut terluka dalam insiden tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!