Australia Mengheningkan Cipta untuk Para Korban Penembakan di Pantai Bondi
📅 Minggu, 21 Des 2025, 11:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AP
SYDNEY - Jutaan warga Australia menyalakan lilin dan mengheningkan cipta selama satu menit pada hari Minggu (21/12), seminggu setelah dua orang bersenjata menembaki kerumunan orang di sebuah festival Yahudi di pantai paling terkenal di Sydney dan menewaskan 15 orang.
Seorang ayah dan anaknya dituduh menargetkan festival Hanukkah yang ramai dikunjungi keluarga di Pantai Bondi. Pihak berwenang mengatakan serangan itu, terinspirasi oleh ideologi ISIS.
Tepat seminggu setelah laporan pertama tentang suara tembakan pada pukul 18.47, warga Australia akan mengheningkan cipta selama satu menit pada hari refleksi nasional dengan tema "cahaya mengatasi kegelapan".
Bendera dikibarkan setengah tiang di seluruh negeri, termasuk di atas Jembatan Pelabuhan Sydney.
Perdana Menteri Anthony Albanese mengatakan pada malam sebelum peringatan tersebut masyarakat diminta untuk menyalakan lilin di jendela mereka pada malam hari untuk menghormati para korban dan menunjukkan dukungan kepada komunitas Yahudi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Enam puluh detik yang disisihkan dari hiruk pikuk kehidupan sehari-hari, didedikasikan untuk 15 warga Australia yang seharusnya bersama kita hari ini," kata perdana menteri, yang akan bergabung dalam peringatan di Pantai Bondi.
"Ini akan menjadi momen untuk berhenti sejenak, merenung, dan menegaskan bahwa kebencian dan kekerasan tidak akan pernah mendefinisikan kita sebagai warga Australia."
Pihak berwenang federal dan negara bagian juga sedang berdiskusi dengan para pemimpin komunitas Yahudi tentang pendirian monumen permanen di Pantai Bondi, serta penyelenggaraan hari berkabung nasional di tahun baru.
Sebaiknya Anda baca juga:
Banyak orang telah memperingati serangan itu dengan kegiatan peringatan tidak resmi.
Ratusan perenang dan peselancar mendayung ke Pantai Bondi pada hari Jumat untuk bergabung dalam lingkaran besar sambil memercikkan air dan bersorak penuh emosi.
Pada hari Sabtu, para petugas penyelamat pantai berbaris di sepanjang Pantai Bondi dan mengheningkan cipta untuk mengenang para korban meninggal, beberapa di antaranya menangis atau berpelukan dalam sebuah upacara yang juga dilakukan oleh para penyelamat laut lainnya di seluruh negeri.
Sajid Akram, 50 tahun, pelaku penembakan, ditembak mati oleh polisi selama serangan pada 14 Desember. Warga negara India ini memasuki Australia dengan visa pada tahun 1998.
Putranya yang berusia 24 tahun, Naveed, seorang warga negara Australia kelahiran Australia yang selamat dan masih dirawat di rumah sakit di bawah pengawasan polisi, menghadapi dakwaan termasuk terorisme dan 15 pembunuhan.
Penembakan massal tersebut telah memicu introspeksi nasional tentang antisemitisme, kemarahan atas kegagalan melindungi warga Yahudi Australia dari bahaya, dan janji untuk memperketat hukum dan hukuman terhadap kebencian, ekstremis, dan kepemilikan senjata api.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!