Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

ESDM Klaim Elektrifikasi Tembus 99,83%, Masih Adakah Daerah yang Gelap?

📅 Kamis, 04 Jun 2026, 18:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
ESDM Klaim Elektrifikasi Tembus 99,83%, Masih Adakah Daerah yang Gelap? Doc: ANTARA FOTO/ Aprillio Akbar.
Ket. Ilustrasi-Sejumlah petugas melakukan perawatan jaringan listrik Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di kawasan Tambakrejo, Semarang, Jawa Tengah.

JAKARTA – Program elektrifikasi nasional menjadi fondasi penting dalam mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan produktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Akses listrik yang lebih luas tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga membuka peluang investasi, pengembangan usaha, serta pertumbuhan sektor industri dan UMKM.

Namun, keberhasilan program ini bergantung pada ketersediaan infrastruktur yang memadai, keberlanjutan pasokan energi, dan kemampuan menghadirkan layanan listrik yang andal hingga ke wilayah terpencil.

Dalam jangka panjang, elektrifikasi yang merata akan memperkuat daya saing ekonomi sekaligus mengurangi kesenjangan antarwilayah.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat rasio elektrifikasi Indonesia mencapai 99,832 persen per triwulan I 2026, yang menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan rasio elektrifikasi pada 2025 sebesar 99,831 persen.

“Berdasarkan data pada triwulan I tahun 2026, rasio elektrifikasi di Indonesia mencapai 99,83 persen, meningkat signifikan dibanding 91,16 persen pada tahun 2016,” ujar Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Tri Winarno dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (4/6).

Menurut Tri, capaian tersebut menunjukkan bahwa akses listrik kepada masyarakat Indonesia semakin nyata dan mendekati elektrifikasi penuh. Sebagian besar provinsi, lanjut dia, sudah mencapai elektrifikasi di atas 95 persen.

“Bahkan, beberapa provinsi telah mencapai 100 persen, yaitu di Bali dan di Jakarta,” kata Tri.

Tri menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen kuat untuk memberikan akses listrik kepada semua desa di seluruh Indonesia dalam waktu 4 tahun, sebagaimana yang diperintahkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Salah satu program untuk merealisasikan komitmen tersebut adalah program Listrik Desa (Lisdes).

Dalam upaya memperluas akses listrik, pemerintah juga telah menetapkan empat strategi yang sesuai dengan kondisi wilayah, seperti perluasan jaringan atau grid extension untuk desa yang dekat jaringan distribusi existing.

Kemudian, terdapat strategi mini grid untuk daerah yang sulit dijangkau perluasan jaringan listrik PLN dan masyarakatnya bermukim secara berkelompok.

“Lalu ada PLTS individual dan baterai, terakhir ada bantuan pasang baru listrik (BPBL),” ucap Tri Winarno.

Program bantuan pasang baru listrik (BPBL) ditujukan kepada rumah tangga miskin belum berlistrik yang di sekitar rumahnya telah tersedia jaringan listrik tegangan rendah PLN.

“Roadmap (peta jalan) untuk program Lisdes dan BPBL pada tahun 2025–2029 disusun sebagai peta jalan nasional untuk menuntaskan pemerataan akses listrik secara berkelanjutan,” kata Tri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Inggris Tolak Tekanan Uni E...
Daerah
Dua Petugas PLN Gadungan Pe...
Ekonomi
Belasan Orang Diamankan dal...

Mawar de Jongh Rilis Single Terbaru “Oh Semoga”

56 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Mawar de Jongh Rilis Single...
Advertisement
KBRI: Dua WNI Terluka dalam Serangan Houthi di Arab Saudi

KBRI: Dua WNI Terluka dalam Serangan Houthi di Arab Saudi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.