Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Militer Filipina Bantah Pelaku Penembakan di Bondi Australia Berlatih dengan Kelompok Teroris

📅 Kamis, 18 Des 2025, 08:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Militer Filipina Bantah Pelaku Penembakan di Bondi Australia Berlatih dengan Kelompok Teroris Doc: ANTARA/Xinhua
Ket. Kendaraan polisi terlihat di dekat lokasi penembakan di Bondi Beach di Sydney, Australia, Minggu (14/12/2025).

MANILA - Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) pada Rabu menyatakan tidak ada indikasi bahwa pelaku penembakan di Pantai Bondi, Sydney, Australia, sempat berlatih dengan kelompok teroris di Filipina.

"Laporan dari unit lapangan menunjukkan bahwa tidak ada aktivitas teroris asing di wilayah mereka. Tidak ada pelatihan apa pun yang berlangsung," kata juru bicara AFP, Kolonel Francel Margareth Padilla dalam konferensi pers.

Biro imigrasi Filipina sebelumnya mengonfirmasi bahwa kedua pelaku penembakan, yaitu Sajid Akram (50) dan anaknya Naveed Akram (24), menetap di Filipina selama 28 hari pada bulan lalu.

Mereka dilaporkan memasuki Filipina dari Manila sebelum melanjutkan perjalanan ke Davao City.

"Hingga saat ini, data yang kami miliki menunjukkan bahwa mereka memasuki negara ini sebagai wisatawan dan menetap selama kurang dari sebulan," kata Padilla.

Sejumlah 15 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka ketika kedua pelaku menembaki kerumunan di Pantai Bondi, Sydney, Australia, pada Ahad (14/12).

Sementara itu dalam konferensi pers yang sama, Ketua Kantor Urusan Publik AFP Kolonel Xerxes Trinidad berkata bahwa pelatihan untuk tujuan militer tak bisa dilakukan hanya dalam waktu 30 hari.

"Izinkan saya menekankan bahwa pelatihan tak dapat diselesaikan dalam 30 hari ... khususnya jika mengikuti pelatihan menembak," kata dia.

Namun, Trinidad menyebutkan bahwa Sajid Akram, yang ditembak hingga tewas oleh petugas kepolisian, dilaporkan merupakan anggota sebuah komunitas menembak.

"Jika anda adalah anggota komunitas menembak, saya pikir anda tak akan perlu latihan karena anda sudah tahu cara menggunakannya, dan tentu saja ia punya senjata berlisensi yang dimilikinya secara legal di negara tersebut," kata Trinidad.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Dampak Karhutla, Gangguan Penerbangan Meluas hingga Sulawesi dan Sumatera Bagian Utara

Dampak Karhutla, Gangguan Penerbangan Meluas hingga Sulawesi dan Sumatera Bagian Utara

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.