Paus Leo XIV Kembali Serukan Gencatan Senjata di Gaza
📅 Jumat, 18 Jul 2025, 13:40 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: Ascensionpers
VATICAN CITY - Pemimpin umat Katolik Dunia Paus Leo XIV kembali menyerukan "gencatan senjata segera" di Gaza menyusul serangan militer terhadap Gereja Katolik Keluarga Kudus di wilayah itu.
Dalam telegram yang ditandatangani oleh Kardinal Pietro Parolin dan disiarkan Vatican News pada Kamis (17/7), Sekretaris Negara Vatikan atas namanya, Sri Paus menyampaikan duka cita yang mendalam atas hilangnya nyawa dan luka-luka yang disebabkan oleh serangan tersebut.
Ia juga menyampaikan kedekatan rohaninya dengan pendeta paroki, Romo Gabriel Romanelli—yang terluka dalam serangan tersebut—serta seluruh komunitas paroki.
Sri Paus menyerahkan jiwa para korban kepada "rahmat kasih Allah Yang Mahakuasa" dan memanjatkan doa bagi kesembuhan bagi mereka yang terluka dan penghiburan bagi mereka yang berduka.
Terakhir, Sri Paus kembali menyerukan perdamaian dan gencatan senjata, serta menyatakan "harapan mendalamnya untuk dialog, rekonsiliasi, dan perdamaian abadi di kawasan ini."
Sebaiknya Anda baca juga:
Dua orang tewas dalam serangan yang “diduga” dilakukan Israel terhadap sebuah gereja yang dulu sering dikunjungi mendiang Paus Fransiskus.
Delapan orang yang bertugas melindungi truk bantuan juga dilaporkan tewas dalam serangan udara yang dilakukan saat perundingan gencatan senjata di Doha.
Seorang pejabat AS mengatakan minggu ini perundingan berjalan baik tetapi dua pejabat dari kelompok militan Palestina Hamas mengatakan kepada Reuters tidak ada terobosan karena militer Israel terus menggempur Gaza.
Sebaiknya Anda baca juga:
Seorang pria dan seorang wanita tewas, dan beberapa orang terluka pada hari Kamis (waktu setempat) dalam "serangan yang tampaknya dilakukan oleh tentara Israel" di Gereja Keluarga Kudus di Gaza, kata Patriarkat Latin Yerusalem.
"Kami berdoa agar arwah mereka beristirahat [dalam damai] dan agar perang biadab ini segera berakhir. Tidak ada yang bisa membenarkan penargetan warga sipil tak berdosa," kata Patriarkat, yang mengawasi satu-satunya gereja Katolik di wilayah kantong tersebut.
Foto-foto yang dirilis gereja menunjukkan atapnya terbentur dekat salib utama, menghanguskan fasad batu, dan jendela-jendelanya pecah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!