Perlintasan Rafah Dibuka Lagi, Pasien Gaza Mulai Menyeberang ke Mesir
📅 Senin, 02 Feb 2026, 17:35 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Anadolu Agency
JAKARTA - Perlintasan Rafah yang menghubungkan Jalur Gaza dengan Mesir kembali dibuka untuk pergerakan pasien Palestina ke dua arah mulai Senin (2/2/2026). Pembukaan ini dikonfirmasi pejabat Israel dan diperkuat laporan media Mesir yang menyebut kuota awal mencapai sekitar 50 orang per hari untuk masing-masing arah.
Pembukaan Rafah dilakukan setelah Israel kembali mengoperasikan sebagian gerbang utama perlintasan tersebut. Warga Palestina di Gaza menyambut langkah ini dengan penuh harap setelah hampir dua tahun perlintasan itu dikuasai Israel selama perang Gaza berlangsung.
Uji coba pembukaan terbatas sudah dimulai sejak Minggu (1/2/2026) setelah tekanan internasional dan desakan kelompok kemanusiaan. Skema awal ini dinilai sebagai tahap transisi sebelum perlintasan dibuka lebih luas untuk aktivitas kemanusiaan.
Stasiun televisi pemerintah Israel, Kan, melaporkan sekitar 150 orang diperkirakan meninggalkan Gaza menuju Mesir pada Senin, termasuk sekitar 50 pasien. Pada saat yang sama, sekitar 50 orang lainnya diproyeksikan masuk kembali ke wilayah Gaza.
Operasional Rafah diperkirakan berlangsung sekitar enam jam setiap hari. Di sisi Mesir, ambulans telah disiagakan untuk mengevakuasi pasien yang membutuhkan perawatan medis lanjutan di luar Gaza.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Saat ini ada 200 pasien yang menunggu," tutur Kementerian Kesehatan Gaza yang mengungkap masih banyak warga membutuhkan izin perjalanan untuk mendapatkan perawatan.
Antrean pasien ini mencerminkan krisis layanan kesehatan di Gaza yang belum sepenuhnya pulih.
"Perlintasan Rafah adalah jalur kehidupan," ucap Mohammed Nassir, warga Palestina yang harus menjalani amputasi kaki akibat luka perang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menyebut perawatan lanjutan yang dibutuhkannya tidak tersedia di Gaza dan hanya bisa dilakukan di luar wilayah tersebut.
Rafah selama ini menjadi satu-satunya pintu keluar masuk Gaza yang tidak melewati wilayah Israel. Perlintasan ini berperan krusial dalam distribusi bantuan kemanusiaan dan evakuasi medis, namun ditutup sejak Mei 2024 setelah pasukan Israel mengambil alih area tersebut.
Kelompok bantuan internasional menyebut kondisi kemanusiaan di Gaza masih sangat memprihatinkan. Hal ini terjadi meskipun gencatan senjata telah diberlakukan sejak 10 Oktober lalu.
Badan Koordinasi Kegiatan Pemerintah di Wilayah Palestina (COGAT) menyatakan pergerakan individu ke dua arah mulai diizinkan sejak Senin. Namun, pihak Israel belum mengumumkan peningkatan signifikan terkait pengiriman bantuan kemanusiaan melalui Rafah.
Dari sisi Mesir, Cairo News melaporkan perlintasan Rafah akan dibuka sepanjang waktu sesuai kebutuhan kemanusiaan. Rumah sakit di Mesir juga dikabarkan telah menyiapkan fasilitas untuk menerima pasien rujukan dari Gaza.
Pembukaan Rafah ini terjadi setelah pemulihan dan pemakaman sandera Israel terakhir, Ran Gvili, pekan lalu. Pejabat Israel sebelumnya mengaitkan proses tersebut dengan rencana pembukaan kembali Rafah secara bertahap.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!