Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Gandeng 9 Negara Mayoritas Muslim di Dewan Perdamaian Global

📅 Kamis, 22 Jan 2026, 19:30 WIB | Oleh:
Trump Gandeng 9 Negara Mayoritas Muslim di Dewan Perdamaian Global Doc: UPI
Ket. Presiden AS Donald Trump (kanan) mengadakan pembicaraan dengan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani (tengah) di atas pesawat Air Force One di Doha pada hari Sabtu, 25 Oktober 2025. Qatar adalah salah satu dari sembilan negara mayoritas Muslim yang menerima undangan Trump.

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa sembilan negara dengan mayoritas penduduk Muslim di Timur Tengah dan Asia telah menyetujui untuk bergabung dalam Board of Peace, sebuah badan internasional yang digagas untuk mendukung rekonstruksi dan perdamaian di Gaza pasca konflik berkepanjangan. Inisiatif ini dipromosikan Trump di sela pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) 2026 sebagai upaya baru dalam diplomasi global yang melibatkan negara-negara yang selama ini memiliki peran penting di kawasan Muslim.

Trump menyatakan bahwa pembentukan Board of Peace ini bertujuan untuk menciptakan koordinasi yang lebih efektif antara negara sahabat dalam menangani isu pasca konflik, termasuk rehabilitasi infrastruktur, pemulihan ekonomi, dan bantuan kemanusiaan di wilayah yang terdampak perang. Ia juga menekankan bahwa keterlibatan negara mayoritas Muslim adalah langkah simbolis bagi kerjasama lintas budaya dan keyakinan demi stabilitas kawasan.

Dalam pidatonya, Trump menyebut bahwa tantangan perdamaian di Gaza bukan hanya persoalan lokal, tetapi isu global yang memerlukan kontribusi kolektif dari seluruh negara yang memiliki kepentingan untuk mengakhiri kekerasan dan memperkuat daya tahan masyarakat. Ia menambahkan bahwa forum tersebut tidak hanya soal konstruksi fisik pasca perang, melainkan juga soal pendekatan politik dan sosial yang inklusif.

Sembilan negara yang bergabung, meskipun tidak disebutkan satu per satu oleh Trump dalam pengumuman resmi awalnya, diperkirakan mencakup sejumlah negara di Timur Tengah dan Asia yang kerap terlibat dalam diplomasi lintas agama dan politik untuk menyokong stabilitas regional. Keputusan mereka bergabung dianggap sebagai bukti adanya kesepakatan prinsip di antara berbagai pemangku kepentingan internasional terhadap perlunya perdamaian jangka panjang di Gaza.

Tekad untuk merangkul negara-negara mayoritas Muslim dalam badan ini datang di tengah kritik global soal bagaimana respons dunia terhadap konflik di Timur Tengah selama bertahun-tahun. Trump menegaskan bahwa Board of Peace dirancang untuk menjadi platform yang lebih pragmatis dan kolaboratif daripada sekadar dialog verbal, sehingga dapat menghasilkan tindakan nyata.

Pengumuman ini datang bersamaan dengan dinamika lain di WEF 2026, termasuk diskusi terkait tantangan ekonomi global, kerja sama teknologi, dan keamanan energi, yang semuanya saling terkait dengan isu stabilitas geopolitik. Kebijakan luar negeri AS yang lebih menekankan multipihak dan inklusif di forum internasional menjadi bagian dari narasi Trump untuk memperluas pengaruh diplomatiknya di luar sekedar politik domestik.

Sejumlah analis diplomatik menilai bahwa keterlibatan negara-negara mayoritas Muslim dalam Board of Peace bisa memperkuat legitimasi inisiatif tersebut di dunia Muslim sekaligus memberikan tekanan positif terhadap proses perdamaian yang selama ini stagnan. Namun, mereka menambahkan bahwa pekerjaan berat masih menanti di lapangan untuk mewujudkan target tujuan yang ambisius tersebut.

Dengan bergabungnya sembilan negara ini, Board of Peace kini berdiri sebagai simbol upaya baru dalam merespons tantangan konflik dan pasca konflik di Gaza; namun efektivitasnya akan sangat bergantung pada tindak lanjut kebijakan dan kolaborasi nyata antar negara yang terlibat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
Megapolitan
Mulai 6 September, CFD Kota...
Advertisement
Mengapa Erupsi Anak Krakatau Bisa Terdengar sampai Bandung? Ini Penjelasan Daryono

Mengapa Erupsi Anak Krakatau Bisa Terdengar sampai Bandung? Ini Penjelasan Daryono

05 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.